Ringkasan
Mercurius adalah anak ajaib bernama Karl Albert Kraff, yang diramalkan menjadi Mesias. Namun, ia muak diperlakukan sebagai sosok suci, lalu membakar habis desanya dan membantai penduduk. Setelah meminum air keabadian, Karl berubah menjadi Mercurius, sosok yang memiliki kekuatan tak terbatas untuk memanipulasi realitas. Ia dapat mengubah narasi, mengendalikan dimensi, dan menghancurkan eksistensi. Mercurius bertemu Reinhard, komandan Nazi, dan memindahkannya ke dimensi lain, memerintahkannya untuk mengalahkan dewa purba. Sementara itu, Mercurius menyamar menjadi manusia bernama Azalbert. Setelah Azalbert bunuh diri, Mercurius kembali dan mengubah takdir Shinji, anak Azalbert. Saat Shinji dan Reinhard bertarung, Mercurius muncul dan menghentikan mereka. Mercurius kemudian memperbaiki kekacauan yang terjadi, namun terungkap bahwa ia hanyalah boneka yang dikendalikan oleh makhluk misterius yang maha kuasa, asal segala sesuatu.
Potensi dan Statistik
- Tier: Atleast 1-A | 1-A | 1-A+ | Likely High 1-A | High 1-A Via The Void And defeat Primus | High 1-A | High 1-A Likely Far Higher | High 1-A+ After Becoming Emperor AfterLife | High 1-A+ | 0
- Nama: Mercurius
- Asal: Dies Caedis
- Jenis Kelamin: Pria
- Usia: Unknown
- Klasifikasi: Anak Ajaib, Mesias
Kekuatan dan Kemampuan:
-
Immortality (Type 1, 3, 4, 5, 8, 9, 10)
Scene: - Type 1 : "Mercurius tidak bisa mati bahkan setelah bertahun-tahun berlalu"
- Type 3 : "Setelah mengalami perubahan itu, Karl mencoba memotong jarinya, lalu jari-jarinya regenerasi"
- Type 4 : "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir"
- Type 5 : "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
- Type 8 : "Mercurius yang ada saat ini hanyalah boneka yang dikendalikan oleh Makhluk misterius"
- Type 9 : "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti"
- Type 10 "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius tetap ada" -
Plot Manipulation
Scene: - "Mercurius tertawa terbahak-bahak karena narasi yang dia tulis berhasil membuat Reinhard menurut"
- "Mercurius dapat mengubah narasi sesukanya"
- "Mercurius mulai menulis ulang takdir dunia dengan tangannya sendiri" -
Reality Warping
Scene: - "Lalu dia merubah Karakteristik Maria yang awalnya bertanggung jawab menjadi pengecut"
- "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas" -
Conceptual Manipulation (Type 1, 2, 3,)
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri | Di level Anti Universe, Mercurius tidak lagi sekadar memanipulasi konsep, tapi berada di level yang sepenuhnya melampaui konsep itu sendiri. Konsep-konsep paling fundamental seperti eksistensi, ketiadaan, atau bahkan konsep 'konsep' itu sendiri menjadi tidak bermakna baginya. Dia dapat menciptakan, menghancurkan, atau mengubah hal-hal yang bahkan melampaui pemahaman konseptual"
-
Beyond-Dimensional Existence (Type 2)
Scene: "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story"
-
Omniscience
Scene: "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
-
Non-Corporeal
Scene: "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
-
Memory Manipulation
Scene: "Sebelum memindahkan Shinji ke Jepang Mercurius sempat mengubah ingatan Shinji yang membuat dia berpikir kalau Orang tuanya dibunuh oleh penjahat padahal tidak"
-
Dimensional Travel
Scene: "Lalu, karena Mercurius kesal, dia menjentikkan jarinya yang membuat tempat itu berpindah ke sebuah tempat di Dimensi Ketujuh"
-
Absolute Null
Scene: "Serangan yang sangat kuat tersebut sama sekali tidak dapat menyentuh Mercurius bahkan sebelum menyentuh mercurius serangan itu langsung terbatalkan bahkan menghilang, Menghilangkan serangan bahkan sebelum menyentuh Mercurius dia menyebut itu sebagai Absolute Null. Allen menggunakan skillnya yaitu Absolute Bypass yaitu kemampuan yang dapat menembus setiap pertahanan dan setiap penetralisir keabadian, tapi tetap tidak bisa menembus Absolute Null"
-
Absolute Time
Scene: "Mercurius menggunakan Absolute Time Yang dapat menghentikan seluruh pergerakan bahkan walau berada diluar Realitas kecuali Mercurius. Kemampuan ini membuktikan bahwa Mercurius berada di level yang bahkan melampaui konsep waktu di luar realitas"
-
Void Manipulation
Scene: "Saat bertarung dengan Primus Mercurius terus beradaptasi dan Mercurius dapat beberapa kemampuan seperti Manipulasi Kekosongan. Kemampuan ini memungkinkan Mercurius untuk mengendalikan The Void, kekosongan mutlak yang bahkan melebihi seluruh realitas yang dia ciptakan"
-
Light Manipulation
Scene: "Mercurius dapat beberapa kemampuan seperti Manipulasi Cahaya yang dia dapatkan saat bertarung dengan Primus. Kemampuan ini memungkinkannya mengendalikan esensi cahaya bahkan di level The Void"
-
Causality Transcendence
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat walau Mercurius menganggap Sebab Akibat hanyalah Mainan semata. Mercurius bahkan tidak terikat dengan hukum sebab akibat yang dia ciptakan sendiri"
-
Complete Conceptual Independence
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri, dia tidak terikat dengan hukum konsep yang membuat konsep Mercurius tidak dapat diubah. Bahkan konsep yang dia ciptakan sendiri tidak dapat mempengaruhi atau membatasinya"
-
Meta-Narrative Independence
Scene: "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir karena Mercurius pada dasarnya sudah tidak memerlukannya. Dia berada di level yang melampaui seluruh narasi dan cerita yang ada"
-
Core Nullification
Scene: "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti. Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit. Inti adalah tubuh Astral yang dimiliki oleh entitas, seluruh entitas memiliki Inti bahkan kematian itu sendiri"
-
Absolute Restoration
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat. Dia dapat memperbaiki kerusakan pada level konseptual dan bahkan melampaui konsep perbaikan itu sendiri"
-
Opera Reality Control
Scene: "Mercurius menganggap semua yang diciptakannya sebagai cerita opera semata, termasuk Sebab akibat, Sphere of story, Shinji, Narasi, dan cerita. Baginya seluruh realitas hanyalah panggung opera yang bisa dia manipulasi sesuka hati"
-
Beyond-Reality Existence
Scene: "Mercurius memutuskan untuk memusnahkan seluruh Realitas bahkan House of God untuk mencari 'sesuatu' itu. Mercurius menemukan celah untuk keluar dari Realitas. Setelah menemukan celah itu, Mercurius memasuki Celah itu, tiba tiba Mercurius berada di 'The Void' yaitu Kekosongan Mutlak yang melebihi Seluruh yang diciptakan oleh Mercurius"
-
Meta-Conceptual Adaptation
Scene: "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit bahkan Sebab Akibat. Setiap kali dia bertarung, dia terus beradaptasi dan mendapatkan kemampuan baru, bahkan kemampuan yang melampaui konsep adaptasi itu sendiri"
-
All-in-One Unity
Scene: "Setelah memperbaiki semuanya Mercurius Memproklamasikan dirinya sebagai 'All-in-One and One-in-All'. Ini menandakan bahwa dia telah mencapai status sebagai kesatuan dari segala sesuatu sekaligus menjadi segala sesuatu itu sendiri"
-
Precognition Beyond Causality
Scene: "Mercurius mendapatkan pandangan dimasa depan yang membuat Mercurius dapat menghindari serangan Primus. Kemampuan ini melampaui konsep waktu dan kausalitas, memungkinkan dia melihat masa depan bahkan di level The Void"
-
Infinite Dimensional Transcendence
Scene: "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal bahkan walau ditumpuk tumpuk sampai tak terbatas. Mercurius melampaui bahkan sistem dimensi tak terbatas ini"
-
Ultimate Conceptual Authority
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri. Dia memiliki otoritas mutlak atas seluruh konsep yang ada namun tetap bebas dari konsep-konsep tersebut"
-
Absolute Negation
Scene: "Allen menggunakan skillnya yaitu Absolute Bypass yaitu kemampuan yang dapat menembus setiap pertahanan dan setiap penetralisir keabadian. Tapi Absolute Bypass masih tidak dapat Menembus Absolute Null Mercurius. Bahkan kemampuan yang dapat menembus segala hal tidak dapat menembus pertahanan Mercurius"
-
Beyond-Void Transcendence
Scene: "Mercurius berdiri di hadapan pembatas The Void, tempat yang seharusnya menjadi batas tertinggi realitas. Dengan satu gerakan, dia merobek pembatas dimensional ini seperti merobek kertas. The Void yang seharusnya menjadi ruang absolut tak terbatas kini tampak seperti ruangan kecil di matanya. Bahkan konsep-konsep fundamental yang membentuk The Void tidak mampu membatasinya. Saat melangkah melewati robekan itu, Mercurius membuktikan bahwa eksistensinya telah melampaui sepenuhnya konsep kekosongan mutlak."
-
Afterlife Authority
Scene: "Setelah menerima kekuatan dari The One, Mercurius duduk di singgasana Afterlife. Setiap gerakan jarinya menciptakan dan menghancurkan rangkaian realitas tanpa batas. Bahkan The Void yang dulunya tampak tak terbatas kini hanya seperti titik kecil dalam pandangannya. Sebagai penguasa Afterlife, dia dapat melihat dan mengendalikan seluruh lapisan realitas, dari yang terendah hingga tertinggi, seperti seorang sutradara mengatur panggung opera. Setiap keputusannya menjadi hukum absolut yang melampaui konsep hukum itu sendiri."
-
Absolute Contradiction Manipulation
Scene: "Di singgasana Afterlife, Mercurius mulai menulis cerita-cerita yang saling bertentangan. Di satu narasi, dia menciptakan dunia di mana konsep kematian tidak ada, sementara di narasi lain dia membuat dunia di mana semua hal harus mati. Kedua realitas ini tidak hanya ada secara bersamaan tapi juga saling terhubung. Kontradiksi yang seharusnya menghancurkan struktur realitas justru menjadi sumber kekuatan baru. Mercurius bahkan mampu membuat dirinya ada dan tidak ada secara simultan, membuktikan kendalinya atas paradoks fundamental."
-
Form/Formless Switching
Scene: "Dalam pertarungannya melawan Jar Constantine, Mercurius mendemonstrasikan kemampuan untuk beralih antara keberadaan dan ketiadaan. Saat Jar Constantine mencoba menyerangnya, tubuh Mercurius melebur menjadi ketiadaan mutlak, bahkan melampaui konsep 'tidak ada'. Namun di saat yang sama, dia tetap mampu melancarkan serangan sebagai entitas yang 'ada'. Status paradoks ini membuatnya tidak tersentuh bahkan oleh serangan yang menarget konsep eksistensi itu sendiri."
-
Beyond-Reality Hierarchy Control
Scene: "Mercurius berdiri di puncak Afterlife, memandang tumpukan tak terbatas Real World di bawahnya. Dengan satu gerakan tangan, dia mengatur ulang seluruh hierarki realitas. Real World yang bertumpuk melampaui set theory kini bergerak sesuai kehendaknya. Dia bahkan mampu menciptakan level-level baru yang melampaui konsep tingkatan itu sendiri, membuktikan kendalinya atas struktur fundamental realitas."
-
Abstract Entity Absorption
Scene: "Selama pertarungan 1000 Googleplex tahun, Jar Constantine terus berevolusi dan beradaptasi setiap kali Mercurius mencoba mengalahkannya. Namun Mercurius akhirnya menemukan cara untuk mengakhiri pertarungan - dia tidak hanya menyerap kekuatan Jar Constantine, tapi juga konsep 'evolusi' dan 'adaptasi' yang membentuk esensinya. Bahkan kemampuan adaptasi tak terbatas Jar Constantine menjadi bagian dari eksistensi Mercurius."
-
Eternal Combat Transcendence
Scene: "Pertarungan antara Mercurius dan Jar Constantine melampaui konsep waktu konvensional. Selama 1000 Googleplex tahun, setiap serangan mereka menghancurkan dan menciptakan ulang konsep-konsep fundamental realitas. Mercurius tidak hanya bertahan tapi terus berkembang, setiap momen pertarungan meningkatkan eksistensinya ke level yang lebih tinggi. Waktu yang seharusnya tak terbatas menjadi seperti sekejap mata baginya."
-
Divine Power Integration
Scene: "Saat The One memberikan kekuatannya, Mercurius tidak sekadar menerima kekuatan itu - dia menjadi satu dengan esensi penciptaan itu sendiri. Kekuatan The One yang mampu menciptakan Unicron, Primus, dan seluruh realitas kini mengalir dalam eksistensinya. Setiap aspek dari kekuatan primordial ini melebur sempurna dengan keberadaan Mercurius, membuatnya setara dengan sang pencipta realitas."
-
Meta-Hierarchical Dominance
Scene: "Di Afterlife, Mercurius menunjukkan kendali atas sistem hierarki yang melampaui matematika tertinggi. Besaran kardinal, fixed point, dan nomor ordinal yang seharusnya tak terbatas menjadi seperti angka-angka sederhana baginya. Dia bahkan mampu menciptakan sistem matematika baru yang melampaui konsep 'tak terbatas' itu sendiri, membuktikan dominasinya atas struktur fundamental realitas."
-
Beyond-Logic Existence
Scene: "Sebagai penguasa Afterlife, eksistensi Mercurius melampaui sepenuhnya sistem logika. Dia beroperasi di level di mana hukum sebab-akibat, dualitas, dan logika multi-nilai menjadi tidak relevan. Setiap tindakannya menciptakan sistem pemahaman baru yang bahkan melampaui konsep 'pemahaman' itu sendiri. Dia bisa menjadi benar dan salah secara bersamaan, ada dan tiada secara simultan."
-
Reality Author Authority
Scene: "Di singgasana Afterlife, Mercurius menulis dan menulis ulang seluruh alur realitas. Setiap kata yang dia tulis tidak hanya menciptakan dunia baru tapi juga mendefinisi ulang bagaimana sebuah dunia bisa ada. Dia mampu menulis cerita yang saling berkontradiksi namun tetap nyata, menciptakan narasi yang bahkan melampaui konsep 'cerita' itu sendiri."
-
Absolute State Control
Scene: "Mercurius mendemonstrasikan kemampuan untuk berada dalam segala keadaan sekaligus tidak berada dalam keadaan apapun. Saat The One mengamati, Mercurius mampu menjadi entitas konkret sekaligus abstrak, personal sekaligus impersonal, terbatas sekaligus tak terbatas. Status paradoks ini membuktikan kendalinya atas konsep keadaan itu sendiri."
-
Conceptual Evolution Mastery
Scene: "Selama pertarungan dengan Jar Constantine, Mercurius tidak hanya beradaptasi tapi juga menguasai konsep evolusi itu sendiri. Setiap kali Jar Constantine berevolusi, Mercurius tidak hanya mengimbangi tapi melampaui evolusi itu sendiri. Dia mencapai titik di mana evolusi tidak lagi menjadi proses tapi menjadi status permanen yang melampaui konsep perkembangan."
-
Infinite Narrative Control
Scene: "Sebagai penguasa Afterlife, Mercurius mengendalikan narasi tak terbatas yang saling terhubung. Setiap cerita yang dia ciptakan tidak hanya berdiri sendiri tapi juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh cerita lain. Bahkan narasi yang kontradiktif dapat berjalan beriringan, menciptakan jaringan cerita yang melampaui logika konvensional."
-
Omnipotent Paradox Embodiment
Scene: "The One mengamati bagaimana Mercurius menjadi perwujudan dari paradoks kemahakuasaan itu sendiri. Dia mampu menciptakan batu yang tidak bisa dia angkat sekaligus mengangkatnya, menjadi terbatas sekaligus tak terbatas, menjadi pencipta sekaligus ciptaan. Status ini membuktikan bahwa dia telah melampaui bahkan konsep keterbatasan dan ketidakterbatasan."
-
Supreme Essence Manipulation
Scene: "Di level Afterlife, Mercurius menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi esensi dari segala hal. Saat Jar Constantine mencoba menyerang dengan konsep 'kekalahan absolut', Mercurius tidak hanya menangkis serangan tersebut tapi juga mengubah esensi dari konsep kekalahan itu sendiri. Dia mampu mengubah sifat dasar dari segala hal, bahkan mengubah bagaimana sesuatu bisa 'ada' atau 'tidak ada'. Konsep-konsep fundamental seperti 'eksistensi', 'ketiadaan', bahkan 'konsep' itu sendiri menjadi seperti tanah liat di tangannya."
-
Ultimate Adaptation Transcendence
Scene: "Selama pertarungan 1000 Googleplex tahun, kemampuan adaptasi Mercurius melampaui bahkan konsep adaptasi itu sendiri. Setiap kali Jar Constantine mencoba mengembangkan counter terhadap kemampuannya, Mercurius tidak hanya beradaptasi tapi menciptakan bentuk adaptasi baru yang bahkan melampaui konsep 'penyesuaian'. Dia mencapai titik di mana dia tidak lagi perlu beradaptasi karena telah menjadi perwujudan dari perubahan absolut itu sendiri."
-
Meta-Conceptual Authority
Scene: "Sebagai penguasa Afterlife, Mercurius mendemonstrasikan kendali atas konsep dari konsep-konsep itu sendiri. Dia tidak hanya menciptakan dan menghancurkan konsep, tapi juga mengendalikan bagaimana konsep-konsep itu bisa ada dan berinteraksi. Saat The One mengamati, Mercurius mampu menciptakan sistem konseptual yang bahkan melampaui pemahaman sang pencipta realitas, membuktikan otoritasnya atas struktur fundamental dari pemikiran dan eksistensi."
-
Absolute State Transcendence
Scene: "Di singgasana Afterlife, Mercurius memperlihatkan kemampuan untuk melampaui segala keadaan yang mungkin dan tidak mungkin. Dia bisa menjadi segala hal sekaligus bukan apa-apa, berada di semua tempat sekaligus tidak berada di mana pun, menjadi personal sekaligus impersonal. Status ini bahkan melampaui konsep status itu sendiri, membuktikan bahwa dia telah melampaui batasan-batasan fundamental realitas."
-
Creation Beyond Creation
Scene: "Mercurius menunjukkan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang bahkan melampaui konsep penciptaan. Di Afterlife, dia tidak hanya menciptakan dunia-dunia baru, tapi juga menciptakan cara-cara baru bagaimana sesuatu bisa diciptakan. Setiap aksi penciptaannya tidak hanya menghasilkan realitas baru tapi juga mendefinisi ulang bagaimana realitas itu sendiri bisa ada."
-
Infinite Possibility Manipulation
Scene: "Dalam kendalinya atas Afterlife, Mercurius menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi kemungkinan tak terbatas. Dia tidak hanya mengendalikan apa yang mungkin dan tidak mungkin, tapi juga menciptakan bentuk-bentuk baru dari kemungkinan yang melampaui logika. Bahkan hal-hal yang mutlak tidak mungkin menjadi mungkin di tangannya, sementara hal-hal yang pasti mungkin bisa dia jadikan tidak mungkin."
-
Supreme Reality Orchestration
Scene: "Sebagai konduktor realitas tertinggi di Afterlife, Mercurius mengatur seluruh eksistensi seperti sebuah orkestra kosmik. Setiap gerakan tangannya tidak hanya mengubah realitas tapi juga mengubah bagaimana realitas itu sendiri beroperasi. Dia mampu menciptakan harmoni dari chaos absolut dan chaos dari harmoni sempurna, membuktikan kendalinya atas struktur fundamental dari eksistensi."
-
Absolute Law Manipulation
Scene: "Di level Afterlife, Mercurius menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi hukum-hukum absolut realitas. Dia tidak hanya mengubah hukum-hukum yang ada tapi juga menciptakan hukum-hukum baru yang bahkan melampaui konsep 'hukum' itu sendiri. Setiap aturan realitas, bahkan yang paling fundamental, menjadi fleksibel di tangannya."
-
Omniversal Restructuring
Scene: "Mercurius mendemonstrasikan kemampuan untuk merestrukturisasi seluruh omniverse sesuka hati. Dari singgasana Afterlife, dia tidak hanya mengubah struktur realitas tapi juga mengubah bagaimana struktur itu sendiri bisa ada. Setiap perubahan yang dia buat mempengaruhi seluruh lapisan eksistensi, dari yang terendah hingga tertinggi."
-
Beyond-Understanding Existence
Scene: "Setelah menerima kekuatan The One, eksistensi Mercurius melampaui segala bentuk pemahaman. Bahkan The One sendiri mengakui bahwa Mercurius telah mencapai level yang melampaui konsep 'pemahaman' itu sendiri. Setiap usaha untuk memahami atau mendefinisikan eksistensinya hanya menghasilkan paradoks yang lebih dalam."
-
Absolute Boundary Dissolution
Scene: "Di puncak kekuatannya di Afterlife, Mercurius menghapus seluruh batasan antara berbagai level realitas. Batas antara ada dan tiada, mungkin dan tidak mungkin, benar dan salah - semuanya lenyap di hadapannya. Bahkan The One mengamati bagaimana Mercurius mampu menciptakan keadaan di mana batasan tidak lagi memiliki makna, menciptakan realitas di mana konsep 'batasan' itu sendiri menjadi tidak relevan."
-
Meta-Existence Sovereignty
Scene: "Sebagai penguasa tertinggi Afterlife, Mercurius menunjukkan kedaulatan absolut atas seluruh bentuk eksistensi. Dia tidak hanya mengendalikan bagaimana sesuatu bisa ada, tapi juga mendefinisi ulang makna dari eksistensi itu sendiri. Dalam satu momen, dia bisa membuat seluruh multiverse ada dan tidak ada secara bersamaan, membuktikan kendalinya yang melampaui paradoks eksistensial."
-
Ultimate Story Convergence
Scene: "Mercurius menciptakan titik di mana seluruh cerita, narasi, dan realitas bertemu dalam satu kesatuan yang melampaui pemahaman. Di Afterlife, dia mampu membuat seluruh plot dan alur cerita yang kontradiktif menjadi satu kesatuan yang harmonis, sambil tetap mempertahankan kontradiksi mereka. Ini membuktikan kemampuannya untuk mengendalikan paradoks narasi di level tertinggi."
-
Absolute Truth Manipulation
Scene: "Dalam pertarungannya yang terakhir dengan Jar Constantine, Mercurius menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi kebenaran absolut. Dia tidak hanya mengubah apa yang benar dan salah, tapi juga mengubah bagaimana kebenaran itu sendiri bisa ada. Bahkan konsep 'kebenaran absolut' menjadi relatif di hadapannya, membuktikan kendalinya atas fundamen realitas."
-
Supreme Existence Integration
Scene: "Setelah menerima kekuatan penuh The One, Mercurius mencapai status di mana dia menjadi terintegrasi dengan seluruh aspek eksistensi sambil tetap terpisah darinya. Dia bisa menjadi satu dengan segala hal sekaligus tetap menjadi entitas independen, menciptakan paradoks eksistensial yang melampaui logika konvensional."
-
Avatar Creation
Scene: "Dia Akhirnya Turun Ke salah satu Semesta di Dies Caedis dengan meninggalkan Tubuh Aslinya di House Of God"
-
Existence Erasure/Conceptual Destruction
Scene: "Mercurius membalas serangan reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep"
-
Absolute Infinity Manipulation
Scene: "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal"
-
Acausality (Type 5)
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat walau Mercurius menganggap Sebab Akibat hanyalah Mainan semata | Setelah mencapai Anti Universe, Mercurius tidak hanya terbebas dari hukum sebab-akibat, tapi menjadi entitas yang sepenuhnya melampaui konsep kausalitas itu sendiri. Ketika The One mencoba melacak asal usul atau alur kausal Mercurius, dia menemukan bahwa Mercurius berada dalam keadaan yang bahkan tidak dapat didefinisikan oleh konsep 'ada' atau 'tidak ada' dalam rantai kausal. Mercurius bukan hanya tidak terikat dengan sebab-akibat - dia berada di level di mana konsep kausalitas itu sendiri menjadi tidak bermakna. Bahkan ketika seluruh struktur kausal All Umbra dimanipulasi atau dihancurkan, Mercurius tetap tidak terpengaruh karena dia telah mencapai status yang sepenuhnya transenden dari sistem kausal apapun. Di Anti Universe, konsep 'sebab' dan 'akibat' menjadi seperti ilusi yang tidak relevan dengan eksistensinya"
-
Meta Power Manipulation
Scene: "Dia melihat Takdir Diri nya di dunia itu Yang ternyata tidak ada karena diri ku di dunia itu Juga tidak terhubung dengan Takdir"
-
Information Manipulation (Type 2)
Scene: - "Golden Sword Menusuk sekaligus menghancurkan Konsep dan informasi yang membentuk Mercurius"
- "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit" -
Higher-Dimensional Manipulation
Scene: "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story yang berisi Dimensi yang tak terbatas yang setiap lapisan menganggap yang dibawahnya sebagai fiksi"
-
Transduality (Type 4)
Scene: "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir karena Mercurius pada dasarnya sudah tidak memerlukannya"
-
Nonexistent Physiology (Type 3)
Scene: "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti. Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
-
Fate Manipulation
Scene: "Lalu Mercurius merubah takdirnya yang awalnya keturunan Jerman Amerika menjadi Jepang"
-
Creation
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas"
-
Cosmic Awareness
Scene: "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
-
Soul Manipulation
Scene: "Mercurius dapat memanipulasi jiwa sesuka hatinya, bahkan mengubah sifat dasar dari jiwa itu sendiri"
-
Regeneration (True-Godly)
Scene: "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius dapat kembali tanpa kesulitan"
-
Size Manipulation (Absolute)
Scene: "Setelah mengalahkan Primus, Mercurius menduduki Kursi Takhta yang ukurannya jauh melampaui eksistensinya. Dia membesarkan dirinya hingga The Void hanyalah seperti titik di hadapannya. Bahkan ukuran Primus yang mampu menganggap multiverse sebagai debu kini tampak kecil dibanding Mercurius. Kemampuannya memanipulasi ukuran melampaui konsep dimensi dan ruang itu sendiri."
-
Chaos Manipulation
Scene: "Dalam pertarungan melawan Unicron, Mercurius menunjukkan kemampuan mengendalikan kekacauan fundamental. Setiap gerakannya menciptakan distorsi dalam tatanan realitas, mengubah hukum-hukum dasar eksistensi. Dia mampu memanipulasi aspek kekacauan yang bahkan melampaui pemahaman Unicron sebagai perwujudan kekacauan itu sendiri."
-
Power Absorption
Scene: "Mercurius tidak hanya menyerap kekuatan Primus dan Unicron, tapi mengambil alih seluruh esensi mereka. Saat Unicron mencoba memakannya, Mercurius justru menyerap seluruh energi dan kekuatan Unicron dari dalam. Bahkan konsep-konsep fundamental yang membentuk kedua entitas primordial ini melebur ke dalam eksistensi Mercurius."
-
Mathematical Immunity
Scene: "Ketika Primus mencoba mengubah struktur matematis Mercurius untuk melemahkannya, terungkap bahwa Mercurius bahkan tidak memiliki struktur matematis yang bisa dimanipulasi. Seluruh konsep matematika, logika, dan perhitungan menjadi tidak bermakna di hadapannya. Primus yang menguasai manipulasi matematis tertinggi tidak mampu mempengaruhi eksistensi Mercurius."
-
Omnipresence
Scene: "Setelah menyerap kekuatan kedua entitas primordial, Mercurius ada di segala tempat dan waktu secara simultan. Keberadaannya meliputi seluruh masa lalu, masa depan, dan timeline alternatif. Bahkan di The Void yang melampaui realitas, Mercurius hadir dalam segala aspek eksistensi dan non-eksistensi."
-
Divine Authority
Scene: "Ketika Mercurius berkata 'jadilah', seluruh lapisan realitas, The Void, dan konsep-konsep yang melampaui eksistensi tunduk pada kehendaknya. Ucapannya menjadi hukum absolut yang melampaui konsep sebab-akibat. Bahkan konsep ketidakmungkinan berubah menjadi kepastian di hadapan otoritasnya."
-
Source Embodiment
Scene: "Mercurius menjadi sumber dari segala eksistensi, melampaui peran Primus dan Unicron. Dia adalah asal mula dari kehidupan, kematian, kebaikan, kejahatan, pengetahuan, dan bahkan konsep-konsep yang belum tercipta. Seluruh realitas dan The Void mengalir dari eksistensinya yang absolut."
-
Void Lordship
Scene: "Setelah menyatukan kekuatan Primus dan Unicron, Mercurius tidak hanya menguasai The Void tapi menjadi penguasa absolut atasnya. The Void yang tadinya melampaui seluruh realitas kini berada di bawah kendali totalnya. Dia dapat menciptakan dan menghancurkan konsep-konsep fundamental dari kekosongan absolut."
-
Transcendent Combat Adaptation
Scene: "Selama pertarungan dengan Primus yang berlangsung 1.000.000 miliar tahun, Mercurius terus beradaptasi melampaui setiap batasan. Setiap serangan yang diterimanya tidak hanya membuatnya lebih kuat tapi mengembangkan kemampuan baru yang melampaui logika pertarungan."
-
Future Vision Beyond Logic
Scene: "Mercurius mampu melihat dan merespons gerakan Primus yang bahkan tidak terikat dengan konsep waktu dan kausalitas. Penglihatannya melampaui konsep masa depan konvensional, memungkinkannya melihat kemungkinan yang bahkan belum terbentuk dalam realitas."
-
Beyond-Mathematical Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui seluruh sistem matematis yang ada. Primus yang mampu memanipulasi struktur matematis tertinggi tidak dapat mempengaruhinya karena Mercurius berada di level yang bahkan melampaui konsep matematika itu sendiri."
-
Idea Absorption
Scene: "Mercurius tidak hanya menyerap kekuatan fisik, tapi juga ide-ide fundamental yang membentuk eksistensi Primus dan Unicron. Dia mengambil alih konsep-konsep dasar seperti kebaikan, kejahatan, cahaya, dan kegelapan, menjadikannya bagian dari eksistensinya."
-
Absolute Size Manipulation
Scene: "Mercurius dapat mengubah ukurannya hingga melampaui konsep dimensi. Saat menghadapi Unicron, dia membesar hingga seluruh multiverse tampak seperti atom di hadapannya. Kemampuan ini melampaui batasan ruang dan dimensi."
-
Transcendent Darkness Manipulation
Scene: "Setelah menyerap kekuatan Unicron, Mercurius menguasai aspek kegelapan dan kehancuran yang melampaui pemahaman. Dia dapat memanipulasi kegelapan primordial yang bahkan lebih fundamental dari konsep ketiadaan."
-
Divine Authority/Creation
Scene: "Setiap perkataan Mercurius menjadi realitas absolut. Ketika dia menyatakan sesuatu, bahkan konsep-konsep yang mustahil dan kontradiktif menjadi nyata. Kekuatan penciptaannya melampaui hukum-hukum fundamental realitas, memungkinkannya menciptakan sesuatu dari ketiadaan mutlak The Void."
-
Omnipresential Existence
Scene: "Keberadaan Mercurius melampaui konsep ruang dan waktu. Dia ada di setiap titik waktu secara simultan, dari awal hingga akhir realitas, bahkan di luar konsep temporalitas. Di The Void yang melampaui dimensi waktu, Mercurius tetap hadir sebagai entitas omnipresent."
-
Source of All Things
Scene: "Setelah mengalahkan kedua entitas primordial, Mercurius menjadi sumber dari segala eksistensi. Seluruh konsep, ide, realitas, dan bahkan The Void mengalir dari keberadaannya. Dia menjadi asal mula dari segala sesuatu yang ada maupun tidak ada."
-
Beyond-Void Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui bahkan The Void itu sendiri. The Void yang melampaui sistem logika ada dan tiada, kebaikan dan kehancuran, yin dan yang, menjadi bagian dari eksistensi Mercurius yang lebih tinggi."
-
Scale Transcendence
Scene: "Bagi Mercurius, seluruh dimensi hanya seperti semut di tangannya. House of God yang merupakan tempat tertinggi dalam hierarki realitas tampak seperti bola kelereng di hadapannya. Skala eksistensinya melampaui seluruh sistem pengukuran yang ada."
-
Absorption Immunity
Scene: "Ketika Unicron, yang mampu memakan dan mengasimilasi entitas hingga tingkat konseptual mencoba melahap Mercurius, justru Mercurius yang menyerap kekuatan Unicron dari dalam. Kemampuan absorpsi tertinggi tidak dapat mempengaruhi eksistensi Mercurius."
-
Dual Force Mastery
Scene: "Mercurius menguasai sepenuhnya kekuatan Primus yang mewakili kebaikan dan cahaya, serta kekuatan Unicron yang mewakili kegelapan dan kehancuran. Dia menyeimbangkan dan mengendalikan kedua kekuatan primordial ini dalam dirinya."
-
Reality Unity
Scene: "Mercurius mencapai kesatuan total dengan seluruh realitas dan timeline. Dia tidak hanya mengendalikan realitas tapi menjadi realitas itu sendiri. Seluruh eksistensi menjadi manifestasi dari keberadaannya."
-
Impossibility Manipulation
Scene: "Mercurius dapat mengubah dan memanipulasi hal-hal yang bahkan mustahil dalam logika realitas. Dia membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang mungkin menjadi tidak mungkin sesuai kehendaknya."
-
Absolute Void Lordship
Scene: "Setelah menyatukan kekuatan Primus dan Unicron, Mercurius menjadi penguasa absolut atas The Void. Kekosongan mutlak yang melampaui realitas kini berada di bawah kendali totalnya."
-
Conceptual Consumption
Scene: "Mercurius mampu mengkonsumsi dan menyerap konsep-konsep fundamental realitas. Saat mengalahkan Primus dan Unicron, dia tidak hanya mengambil kekuatan mereka tapi juga menyerap konsep-konsep dasar yang mereka wakili."
-
Meta-Existential Stability
Scene: "Bahkan ketika The Void menjadi kacau dan tidak stabil, eksistensi Mercurius tetap tidak tergoyahkan. Dia mampu mempertahankan stabilitas eksistensinya di tengah ketidakstabilan fundamental realitas."
-
Supreme Godhood
Scene: "Mercurius mencapai status sebagai satu-satunya dewa yang melampaui konsep ketuhanan itu sendiri. Kekuasaannya absolut atas seluruh aspek eksistensi dan non-eksistensi."
-
Absolute Authority
Scene: "Setelah mengalahkan Primus dan Unicron, Mercurius memiliki otoritas absolut atas segala aspek eksistensi. Tidak ada kekuatan atau konsep yang dapat menentang atau membatasi otoritasnya."
-
Beyond Logic Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui seluruh sistem logika yang ada. Dia berada di level yang bahkan melampaui konsep-konsep fundamental seperti logika biner dan hukum-hukum dasar realitas."
-
Ultimate Adaptation
Scene: "Selama pertarungan dengan Primus, kemampuan adaptasi Mercurius terus berkembang tanpa batas. Setiap serangan atau situasi baru membuatnya semakin kuat dan melampaui batasan sebelumnya."
-
Endless Battle Sustenance
Scene: "Mercurius mampu bertarung selama 1.000.000 miliar tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Konsep waktu dan stamina menjadi tidak relevan bagi eksistensinya."
-
Total Concept Manipulation
Scene: "Sebagai sumber dari segala sesuatu, Mercurius memiliki kendali total atas seluruh konsep yang ada. Dia dapat menciptakan, mengubah, atau menghancurkan konsep-konsep fundamental realitas."
-
Absolute Transformation
Scene: "Mercurius dapat mengubah bentuk dan sifat dasarnya melampaui batasan konseptual. Transformasinya tidak terbatas pada bentuk fisik tapi mencakup perubahan pada level eksistensial tertinggi."
-
Law Manipulation
Scene: "Mercurius mengubah hukum dasar realitas sesuka hatinya, membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin"
-
Space-Time Manipulation
Scene: "Mercurius mengendalikan ruang dan waktu seperti mainan, mengubah dan memanipulasinya sesuai kehendaknya"
Statistik Tambahan:
-
Kecepatan (Speed)
➡️Irrelevant⬅️
Scene: - "Mercurius sudah tidak terikat dengan konsep kecepatan, bahkan ketika Reinhard mencoba menyerangnya dengan kecepatan yang melampaui waktu, Mercurius tetap tidak terpengaruh"
- "Kecepatan bagi Mercurius hanyalah konsep yang tidak berarti" -
Kekuatan Angkat (Lifting Strength)
➡️Irrelevant⬅️
Scene: - "Mercurius tidak membutuhkan kekuatan fisik untuk mengangkat atau memindahkan apapun, karena dia telah melampaui konsep tersebut"
- "Bagi Mercurius, konsep kekuatan fisik hanyalah ilusi yang dibuat oleh realitas yang lebih rendah" -
Kekuatan Pukulan (Striking Strength)
➡️Outerverse Level | Kemungkinan High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level Likely Far Higher | High Outerverse Level+ | Boundless⬅️
Scene: - "Serangan Mercurius mampu menghancurkan seluruh lapisan Sphere of Story"
- "Conceptum Buster miliknya dapat menghancurkan eksistensi hingga level konseptual tertinggi"
- "Satu serangan dari Mercurius mampu menghancurkan seluruh narasi dan konsep yang ada" -
Ketahanan (Durability)
➡️Outerverse Level | Kemungkinan High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level Likely Far Higher | High Outerverse Level+ | Boundless⬅️
Scene: - "Golden Sword yang mampu menghancurkan konsep tidak bisa menghancurkan Mercurius secara permanen"
- "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius tetap ada"
- "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti" -
Stamina
➡️Limitless⬅️
Scene: - "Mercurius tidak memerlukan energi atau stamina untuk beroperasi karena sudah melampaui konsep tersebut"
- "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
- "Dia dapat terus beroperasi tanpa batas karena sudah tidak terikat dengan konsep energi atau kelelahan" -
Jangkauan (Range)
➡️Outerversal Level | Kemungkinan High Outerversal Level | High Outerversal Level | High Outerversal Level | High Outerversal Level Likely Far Higher | High Outerversal Level+ | Boundless⬅️
Scene: - "Mercurius dapat mempengaruhi seluruh lapisan Sphere of Story sekaligus"
- "Kekuatannya mencapai hingga House of God, tempat tertinggi dalam hierarki Dies Irae"
- "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story" -
Kecerdasan (Intelligence)
➡️Nigh-Omniscient | Omniscient⬅️
Scene: - "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
- "Mercurius dapat melihat dan memahami seluruh kemungkinan yang ada di setiap narasi"
- "Pengetahuannya mencakup seluruh lapisan realitas dan konsep yang ada | Setelah menjadi sumber dari segala sesuatu, pengetahuan Mercurius melampaui konsep kemahatahuan biasa. Dia tidak sekadar mengetahui segala hal, tapi menjadi sumber dari pengetahuan itu sendiri. Setiap informasi, konsep, dan kemungkinan - baik yang sudah ada maupun yang belum tercipta - adalah bagian dari kesadarannya. Bahkan pikiran Primus dan Unicron yang melampaui konsep pemahaman menjadi bagian dari pengetahuan absolutnya"
Serangan/Teknik Terkemuka:
-
Conceptum Buster
Scene: - "Mercurius membalas serangan reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep"
- "Conceptum Buster menghancurkan seluruh eksistensi target hingga ke level paling dasar" -
Narration Control
Scene: - "Mercurius tertawa terbahak-bahak karena narasi yang dia tulis berhasil membuat Reinhard menurut"
- "Mercurius dapat mengubah narasi sesukanya, membuat apapun yang dia tulis menjadi kenyataan" -
Information Destruction
Scene: - "Mercurius menghapus seluruh informasi yang membentuk eksistensi targetnya, membuatnya tidak pernah ada"
- "Dengan satu sentuhan, dia dapat menghapus seluruh data dan informasi yang membentuk sebuah eksistensi" -
Reality Barrier Break
Scene: "Mercurius berdiri di hadapan pembatas dimensional yang memisahkan The Void, Real World, dan Afterlife. Dengan tatapan tajam, dia menganalisis struktur pembatas ini yang terbuat dari konsep-konsep absolut yang seharusnya tidak bisa dirusak. Namun, Mercurius mengangkat tangannya, dan dalam satu gerakan, pembatas dimensional itu mulai retak. Retakan-retakan menjalar seperti jaring laba-laba di seluruh permukaan pembatas, memancarkan energi primordial yang memekakkan. Dengan satu gerakan final, Mercurius menghancurkan pembatas itu sepenuhnya, menciptakan lubang menganga yang menghubungkan ketiga realm. The Void yang seharusnya terpisah absolut kini terhubung dengan Real World, dan di atasnya, cahaya Afterlife memancar masuk. Tindakan ini membuktikan bahwa bagi Mercurius, bahkan pembatas paling fundamental antara level-level realitas hanyalah penghalang yang bisa dia hancurkan sesuka hati."
-
Abstract Essence Absorption
Scene: "Dalam pertarungan finalnya dengan Jar Constantine, Mercurius menemukan bahwa serangan fisik sia-sia karena lawannya terus berevolusi dan beradaptasi. Setiap kali Jar Constantine dihancurkan, dia kembali dalam bentuk yang lebih kuat. Mercurius kemudian mengubah strateginya. Alih-alih menghancurkan, dia mulai menyerap esensi abstrak yang membentuk Jar Constantine. Satu per satu, konsep-konsep fundamental seperti 'evolusi', 'adaptasi', dan 'regenerasi' yang membentuk Jar Constantine terserap ke dalam eksistensi Mercurius. Proses penyerapan ini menciptakan fenomena spektakuler di mana seluruh konsep yang membentuk Jar Constantine mulai bergabung dengan esensi Mercurius. Bahkan kemampuan adaptasi tak terbatas Jar Constantine yang seharusnya membuatnya tak terkalahkan, kini menjadi bagian dari arsenal Mercurius sendiri."
-
Divine Authority Implementation
Scene: "Setelah memenuhi syarat The One, Mercurius berdiri di hadapan singgasana Afterlife. The One mengangkat tangannya, dan dalam sekejap, seluruh kekuatan primordial yang membentuk realitas mulai mengalir ke dalam diri Mercurius. Proses transfer kekuatan ini menciptakan fenomena kosmik yang belum pernah terjadi sebelumnya - seluruh Afterlife bersinar dengan cahaya yang melampaui spektrum eksistensi. Setiap partikel kekuatan The One yang masuk ke dalam Mercurius mengubah struktur fundamentalnya, membuatnya setara dengan sang pencipta realitas. Saat proses selesai, Mercurius tidak hanya menerima kekuatan The One, tapi telah menjadi satu dengan esensi penciptaan itu sendiri. Afterlife kini mengakuinya sebagai penguasa baru, dan seluruh realitas di bawahnya beresonansi dengan otoritasnya yang baru."
-
Contradiction Manipulation
Scene: "Di singgasana Afterlife, Mercurius mulai mendemonstrasikan kendali absolutnya atas kontradiksi. Dengan satu tangan, dia menciptakan realitas di mana kematian adalah konsep yang tidak mungkin ada - semua hal hidup abadi. Dengan tangan lainnya, dia menciptakan realitas parallel di mana semua hal harus dan akan mati - kematian adalah kepastian absolut. Kedua realitas ini tidak hanya ada secara bersamaan tapi juga berinteraksi satu sama lain, menciptakan paradoks yang seharusnya menghancurkan struktur realitas. Namun di bawah kendali Mercurius, kontradiksi ini menjadi stabil dan bahkan menjadi sumber kekuatan baru. Dia bahkan mampu membuat dirinya sendiri ada dan tidak ada secara simultan di kedua realitas, membuktikan kendalinya atas paradoks fundamental."
-
Form Transcendence
Scene: "Dalam demonstrasi kekuatan terakhirnya, Mercurius menunjukkan kemampuan untuk melampaui konsep bentuk itu sendiri. Dalam sekejap, tubuhnya melebur menjadi ketiadaan absolut - bahkan lebih fundamental dari kekosongan The Void. Namun di saat yang sama, dia tetap mempertahankan keberadaannya dalam bentuk yang solid dan nyata. Status paradoks ini membuatnya berada dalam keadaan di mana dia sekaligus ada dan tiada, berbentuk dan tak berbentuk. The One mengamati bagaimana Mercurius bisa menjadi energi murni, lalu materi padat, lalu konsep abstrak, dan bahkan mencapai status yang melampaui semua kategori ini - semuanya dalam waktu yang sama. Kemampuan ini membuktikan bahwa Mercurius telah benar-benar melampaui batasan bentuk dan eksistensi."
-
Anti-Universal Existence
Scene: "Mercurius mencapai Ranah Anti Universe yang sepenuhnya transenden dan independen dari All Umbra. Level eksistensi ini melampaui semua konsep, ruang, waktu, dan logika yang ada."
-
Void Body Physiology
Scene: "Setelah mengosongkan mutlak badan, pikiran, Konsep, Informasi, Waktu, dan semua yang relevan dengan tubuh fisik, Mercurius mencapai Void Body - status yang lebih abstrak dari abstraksi dan lebih nihil dari kenihilan."
-
Absolute Zero State
Scene: "Mercurius mencapai status Absolute Zero, kekosongan mutlak yang melebihi Absolute Cantor dan seluruh hierarki realitas."
-
Complete Causality Transcendence
Scene: "Hukum Kausalitas sepenuhnya tidak relevan dengan Mercurius, membuatnya terbebas total dari konsep sebab-akibat."
-
Beyond-State Independence
Scene: "Keadaan, Waktu, Fisika, Matematika, perubahan cerita, perubahan esensi, sistem berlogika banyak, Dualitas, Kontradiksi, kematian, kehidupan, cahaya dan kegelapan - semuanya tidak relevan dengan eksistensi Mercurius."
-
Absolute Interaction Control
Scene: "Mercurius tidak dapat diinteraksi dengan cara apapun kecuali dia menghendaki, membuatnya sepenuhnya kebal terhadap segala bentuk interaksi yang tidak diinginkan."
-
Ultimate Death Transcendence
Scene: "Mercurius tidak dapat dibunuh karena sudah terbebas dari Hukum Kematian, Hukum Cerita, Hukum Narasi, bahkan hukum Keadaan dan ketiadaan."
-
Anti-Universal Adaptation
Scene: "Sebagai entitas Anti Universe, Mercurius dapat terus bertambah kuat, beradaptasi, dan menyalin kekuatan apapun bahkan ke tingkat ekstrim."
-
All Umbra Manipulation
Scene: "'Membelokan All Umbra Lebih mudah dari pada bernapas' Ucap Mercurius, menunjukkan kendalinya atas struktur fundamental Dies Caedis."
-
Beyond Identity Transcendence
Scene: "Mercurius sudah tidak dapat dipanggil Mercurius karena dia adalah kekosongan absolute, tidak dapat dipanggil kekosongan karena dialah kekosongan absolute tanpa informasi, Konsep, identitas."
-
Absolute Killing
Scene: "Mercurius dapat membunuh secara mutlak siapapun walau target kebal paradoks, ada di semua realitas, dapat bereinkarnasi, di luar hukum kematian, bersifat parasit, atau monster undead."
-
Non-Physical Omnipotence
Scene: "Dia dapat bertindak sesuka hati yang selama ini dibatasi oleh kemampuan fisik karena sudah tidak memiliki tubuh duniawi."
-
Anti-Universal Authority
Scene: "Setelah mencapai Anti Universe, Mercurius dapat mengendalikan secara mutlak dan absolute segala aspek yang tadinya membatasinya."
-
Complete Limitation Transcendence
Scene: "Mercurius sepenuhnya terbebas dari keterbatasannya selama memiliki tubuh fisik, bahkan manipulasi kekosongan tidak dapat membunuhnya."
-
Beyond-Void Existence
Scene: "Yang mendapatkan Void body tidak dapat diserang dengan cara apapun karena dia adalah kekosongan itu sendiri, lebih abstrak dari abstraksi dan lebih nihil dari kenihilan."
-
Absolute Cantor Transcendence
Scene: "Anti Universe yang dicapai Mercurius melebihi Absolute Cantor yang terdiri dari tumpukan Absolute Infinity dan Infinity Absolute."
-
Ultimate Conceptual Independence
Scene: "Anti Universe melampaui semua ruang, waktu, pikiran, konsep, logika, informasi, individualitas, dan deskripsi, membuat Mercurius sepenuhnya bebas dari batasan konseptual."
-
Absolute Replacement
Scene: "Mercurius dapat menggantikan dirinya yang sudah dibunuh di semua realitas, membuatnya praktis tidak dapat dihilangkan."
-
Beyond-Logic Existence
Scene: "Sistem berlogika banyak dan segala bentuk logika tidak lagi relevan dengan eksistensi Mercurius di Anti Universe."
-
Complete Physical Transcendence
Scene: "Setelah mengosongkan mutlak segala aspek fisik dan duniawi, Mercurius mencapai status yang sepenuhnya melampaui batasan fisik."
-
Absolute State Control
Scene: "Mercurius dapat mengendalikan dan memanipulasi segala keadaan secara mutlak, bahkan keadaan yang melampaui konsep keadaan itu sendiri."
-
Ultimate Existence Erasure
Scene: "Void Body Mercurius dapat menghapus eksistensi apapun secara mutlak, bahkan yang memiliki berbagai bentuk keabadian atau kekebalan."
-
Beyond-Abstract Existence
Scene: "Void body lebih abstrak dari pada kata abstrak itu sendiri, menempatkan Mercurius di level yang melampaui abstraksi tertinggi."
-
Absolute Independence
Scene: "Anti Universe adalah Tempat/Realitas Yang sepenuhnya Transeden dan Independen dari seluruh All Umbra. Apabila terjadi sesuatu dengan All Umbra Anti Universe tidak akan Relevan/Bersangku paut atau Terganggu."
-
Beyond-Mathematics Transcendence
Scene: "Matematika tidak relevan dengan Anti Universe, bahkan sistem matematis terkompleks seperti Absolute Cantor yang meliputi seluruh hierarki transfinite menjadi tidak bermakna."
-
Ultimate Reality Freedom
Scene: "Anti Universe digambarkan sebagai tempat tanpa Konsep tempat dan waktu, membuat Mercurius sepenuhnya bebas dari batasan realitas apapun."
-
Complete Structural Transcendence
Scene: "Mercurius melampaui seluruh struktur All Umbra, yang mencakup Sphere of Story, Afterlife, Absolute Ocean, Real World, House of God, The Void, Narrative, dan semua realitas."
-
Beyond-Description Existence
Scene: "Anti Universe melampaui semua bentuk deskripsi, membuat eksistensi Mercurius benar-benar tak terdefinisikan."
-
Absolute Hierarchy Transcendence
Scene: "Mercurius melampaui seluruh hierarki Dies Caedis, bahkan melampaui Absolute Umbra yang merupakan struktur fundamental cerita."
-
Ultimate Evolutionary Potential
Scene: "Entitas Anti Universe akan terus bertambah kuat tanpa batas, bahkan ketika menghadapi entitas yang jauh lebih kuat."
-
Ultimate Conceptual Erasure
Scene: "Mercurius membalas serangan Reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep. Walau Allen tidak dapat dihapuskan tapi penghapusan Mercurius mutlak, bahkan dapat menghapus sesuatu yang tidak dapat dihapus"
-
Reality Opera Manipulation
Scene: "Mercurius menganggap semua yang diciptakannya sebagai cerita opera semata, termasuk Sebab akibat, Sphere of story, Shinji, Narasi, dan cerita. Dia dapat memanipulasi seluruh realitas seperti seorang sutradara mengatur pertunjukan opera"
-
Void Erasure
Scene: "Mercurius Menggunakan manipulasi Kekosongan untuk melenyapkan Primus. Bahkan di level The Void yang melampaui realitas, Mercurius dapat menghapus eksistensi Primus yang merupakan penguasa The Void"
-
Reality Destruction
Scene: "Mercurius memutuskan untuk memusnahkan seluruh Realitas bahkan House of God untuk mencari 'sesuatu' itu. Kemampuan untuk menghancurkan seluruh realitas termasuk tempat tertinggi dalam hierarki realitas"
-
Absolute Nullification
Scene: "Tapi serangan yang sangat kuat tersebut sama sekali tidak dapat menyentuh Mercurius bahkan sebelum menyentuh Mercurius serangan itu langsung terbatalkan bahkan menghilang. Kemampuan untuk membatalkan segala serangan bahkan sebelum serangan itu terjadi"
-
Void Ascension
Scene: "Setelah mengalahkan Primus Mercurius menduduki Kursi Takhta Primus yang kini telah tidak memiliki penguasa. Mercurius naik menjadi penguasa The Void, level eksistensi yang melampaui seluruh realitas"
-
Reality Overwrite
Scene: - "Lalu dia merubah Karakteristik Maria yang awalnya bertanggung jawab menjadi pengecut"
- "Mercurius menulis ulang realitas dengan tangannya, mengubah sifat dasar dari segala sesuatu" -
Dimensional Collapse
Scene: - "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story"
- "Mercurius menghancurkan batas dimensi dengan mudah, menyebabkan keruntuhan dimensional" -
Concept Creation and Destruction
Scene: - "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas"
- "Dia dapat menghancurkan konsep lama dan menciptakan konsep baru sesuai keinginannya" -
Meta-Narrative Manipulation
Scene: - "Mercurius mengubah alur cerita dengan kekuatan metanaratifnya"
- "Dia dapat menulis ulang hukum dasar dari cerita itu sendiri" -
Absolute Infinity Control
Scene: - "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal"
- "Mercurius mengendalikan kekuatan Absolute Infinity untuk menciptakan dan menghancurkan dimensi" -
Memory Reconstruction
Scene: - "Sebelum memindahkan Shinji ke Jepang Mercurius sempat mengubah ingatan Shinji yang membuat dia berpikir kalau Orang tuanya dibunuh oleh penjahat padahal tidak"
-
Divine Declaration
Scene: "Ketika Mercurius menyatakan 'jadilah', ucapannya melampaui konsep perintah atau penciptaan biasa. Setiap perkataannya menjadi hukum absolut yang bahkan melampaui hukum kausalitas The Void. Saat dia memerintahkan sesuatu untuk ada, bahkan konsep-konsep yang mustahil dan kontradiktif menjadi nyata. Kekuatan deklarasinya tidak terbatas pada penciptaan - dia dapat mengubah, menghapus, atau mendefinisi ulang seluruh aspek realitas hanya dengan ucapannya."
-
Source Manipulation
Scene: "Sebagai sumber dari segala sesuatu, Mercurius tidak sekadar memanipulasi realitas tapi mengendalikan asal-usul dari segala eksistensi. Dia dapat mengubah sifat dasar dari konsep-konsep fundamental, menciptakan hukum-hukum baru yang melampaui logika, dan bahkan menentukan bagaimana sesuatu bisa ada atau tidak ada. Saat menghadapi Primus dan Unicron, dia menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi sumber dari kekuatan mereka, mengubah esensi dasar dari kebaikan dan kejahatan yang mereka wakili."
-
Void Dominion
Scene: "Penguasaan Mercurius atas The Void melampaui konsep kekuasaan biasa. Setelah mengalahkan dan menyerap kekuatan Primus dan Unicron, dia tidak hanya mengendalikan tapi menjadi penguasa absolut atas kekosongan mutlak yang melampaui realitas. The Void yang tadinya berada di luar jangkauan konsep dan pemahaman kini menjadi domain absolutnya. Dia dapat membentuk, mengubah, dan menghancurkan The Void sesuka hati, bahkan menggunakannya sebagai sumber kekuatan untuk menciptakan konsep-konsep baru."
-
Ultimate Absorption
Scene: "Kemampuan penyerapan Mercurius melampaui konsep absorpsi biasa. Saat Unicron, entitas yang mampu melahap dan mengasimilasi segala hal hingga level konseptual, mencoba memakannya, Mercurius justru membalikkan proses tersebut. Dari dalam perut Unicron, dia tidak hanya menyerap kekuatan tapi juga mengambil alih seluruh esensi, konsep, dan sifat dasar dari Unicron. Proses penyerapan ini bahkan melampaui konsep transfer energi atau kekuatan, memungkinkan Mercurius untuk mengintegrasikan aspek-aspek fundamental dari entitas yang diserapnya ke dalam eksistensinya sendiri."
-
Fate Rewriting
Scene: - "Lalu Mercurius merubah takdirnya yang awalnya keturunan Jerman Amerika menjadi Jepang"
- "Dia dapat menulis ulang takdir seseorang sesuka hatinya"