Ringkasan
Mercurius adalah anak ajaib bernama Karl Albert Kraff, yang diramalkan menjadi Mesias. Namun, ia muak diperlakukan sebagai sosok suci, lalu membakar habis desanya dan membantai penduduk. Setelah meminum air keabadian, Karl berubah menjadi Mercurius, sosok yang memiliki kekuatan tak terbatas untuk memanipulasi realitas. Ia dapat mengubah narasi, mengendalikan dimensi, dan menghancurkan eksistensi. Mercurius bertemu Reinhard, komandan Nazi, dan memindahkannya ke dimensi lain, memerintahkannya untuk mengalahkan dewa purba. Sementara itu, Mercurius menyamar menjadi manusia bernama Azalbert. Setelah Azalbert bunuh diri, Mercurius kembali dan mengubah takdir Shinji, anak Azalbert. Saat Shinji dan Reinhard bertarung, Mercurius muncul dan menghentikan mereka. Mercurius kemudian memperbaiki kekacauan yang terjadi, namun terungkap bahwa ia hanyalah boneka yang dikendalikan oleh makhluk misterius yang maha kuasa, asal segala sesuatu.
Potensi dan Statistik
- Tier: Atleast 1-A | 1-A | 1-A+ | Likely High 1-A | High 1-A Via The Void And defeat Primus | High 1-A | High 1-A Likely Far Higher
- Nama: Mercurius
- Asal: Dies Caedis
- Jenis Kelamin: Pria
- Usia: Unknown
- Klasifikasi: Anak Ajaib, Mesias
Kekuatan dan Kemampuan:
-
Immortality (Type 1, 3, 4, 5, 8, 9, 10)
Scene: - Type 1 : "Mercurius tidak bisa mati bahkan setelah bertahun-tahun berlalu"
- Type 3 : "Setelah mengalami perubahan itu, Karl mencoba memotong jarinya, lalu jari-jarinya regenerasi"
- Type 4 : "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir"
- Type 5 : "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
- Type 8 : "Mercurius yang ada saat ini hanyalah boneka yang dikendalikan oleh Makhluk misterius"
- Type 9 : "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti"
- Type 10 "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius tetap ada" -
Plot Manipulation
Scene: - "Mercurius tertawa terbahak-bahak karena narasi yang dia tulis berhasil membuat Reinhard menurut"
- "Mercurius dapat mengubah narasi sesukanya"
- "Mercurius mulai menulis ulang takdir dunia dengan tangannya sendiri" -
Reality Warping
Scene: - "Lalu dia merubah Karakteristik Maria yang awalnya bertanggung jawab menjadi pengecut"
- "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas" -
Conceptual Manipulation (Type 1)
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri"
-
Beyond-Dimensional Existence (Type 2)
Scene: "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story"
-
Omniscience
Scene: "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
-
Non-Corporeal
Scene: "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
-
Memory Manipulation
Scene: "Sebelum memindahkan Shinji ke Jepang Mercurius sempat mengubah ingatan Shinji yang membuat dia berpikir kalau Orang tuanya dibunuh oleh penjahat padahal tidak"
-
Dimensional Travel
Scene: "Lalu, karena Mercurius kesal, dia menjentikkan jarinya yang membuat tempat itu berpindah ke sebuah tempat di Dimensi Ketujuh"
-
Absolute Null
Scene: "Serangan yang sangat kuat tersebut sama sekali tidak dapat menyentuh Mercurius bahkan sebelum menyentuh mercurius serangan itu langsung terbatalkan bahkan menghilang, Menghilangkan serangan bahkan sebelum menyentuh Mercurius dia menyebut itu sebagai Absolute Null. Allen menggunakan skillnya yaitu Absolute Bypass yaitu kemampuan yang dapat menembus setiap pertahanan dan setiap penetralisir keabadian, tapi tetap tidak bisa menembus Absolute Null"
-
Absolute Time
Scene: "Mercurius menggunakan Absolute Time Yang dapat menghentikan seluruh pergerakan bahkan walau berada diluar Realitas kecuali Mercurius. Kemampuan ini membuktikan bahwa Mercurius berada di level yang bahkan melampaui konsep waktu di luar realitas"
-
Void Manipulation
Scene: "Saat bertarung dengan Primus Mercurius terus beradaptasi dan Mercurius dapat beberapa kemampuan seperti Manipulasi Kekosongan. Kemampuan ini memungkinkan Mercurius untuk mengendalikan The Void, kekosongan mutlak yang bahkan melebihi seluruh realitas yang dia ciptakan"
-
Light Manipulation
Scene: "Mercurius dapat beberapa kemampuan seperti Manipulasi Cahaya yang dia dapatkan saat bertarung dengan Primus. Kemampuan ini memungkinkannya mengendalikan esensi cahaya bahkan di level The Void"
-
Causality Transcendence
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat walau Mercurius menganggap Sebab Akibat hanyalah Mainan semata. Mercurius bahkan tidak terikat dengan hukum sebab akibat yang dia ciptakan sendiri"
-
Complete Conceptual Independence
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri, dia tidak terikat dengan hukum konsep yang membuat konsep Mercurius tidak dapat diubah. Bahkan konsep yang dia ciptakan sendiri tidak dapat mempengaruhi atau membatasinya"
-
Meta-Narrative Independence
Scene: "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir karena Mercurius pada dasarnya sudah tidak memerlukannya. Dia berada di level yang melampaui seluruh narasi dan cerita yang ada"
-
Core Nullification
Scene: "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti. Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit. Inti adalah tubuh Astral yang dimiliki oleh entitas, seluruh entitas memiliki Inti bahkan kematian itu sendiri"
-
Absolute Restoration
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat. Dia dapat memperbaiki kerusakan pada level konseptual dan bahkan melampaui konsep perbaikan itu sendiri"
-
Opera Reality Control
Scene: "Mercurius menganggap semua yang diciptakannya sebagai cerita opera semata, termasuk Sebab akibat, Sphere of story, Shinji, Narasi, dan cerita. Baginya seluruh realitas hanyalah panggung opera yang bisa dia manipulasi sesuka hati"
-
Beyond-Reality Existence
Scene: "Mercurius memutuskan untuk memusnahkan seluruh Realitas bahkan House of God untuk mencari 'sesuatu' itu. Mercurius menemukan celah untuk keluar dari Realitas. Setelah menemukan celah itu, Mercurius memasuki Celah itu, tiba tiba Mercurius berada di 'The Void' yaitu Kekosongan Mutlak yang melebihi Seluruh yang diciptakan oleh Mercurius"
-
Meta-Conceptual Adaptation
Scene: "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit bahkan Sebab Akibat. Setiap kali dia bertarung, dia terus beradaptasi dan mendapatkan kemampuan baru, bahkan kemampuan yang melampaui konsep adaptasi itu sendiri"
-
All-in-One Unity
Scene: "Setelah memperbaiki semuanya Mercurius Memproklamasikan dirinya sebagai 'All-in-One and One-in-All'. Ini menandakan bahwa dia telah mencapai status sebagai kesatuan dari segala sesuatu sekaligus menjadi segala sesuatu itu sendiri"
-
Precognition Beyond Causality
Scene: "Mercurius mendapatkan pandangan dimasa depan yang membuat Mercurius dapat menghindari serangan Primus. Kemampuan ini melampaui konsep waktu dan kausalitas, memungkinkan dia melihat masa depan bahkan di level The Void"
-
Infinite Dimensional Transcendence
Scene: "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal bahkan walau ditumpuk tumpuk sampai tak terbatas. Mercurius melampaui bahkan sistem dimensi tak terbatas ini"
-
Ultimate Conceptual Authority
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas tetapi Tidak terikat dengan dirinya sendiri. Dia memiliki otoritas mutlak atas seluruh konsep yang ada namun tetap bebas dari konsep-konsep tersebut"
-
Absolute Negation
Scene: "Allen menggunakan skillnya yaitu Absolute Bypass yaitu kemampuan yang dapat menembus setiap pertahanan dan setiap penetralisir keabadian. Tapi Absolute Bypass masih tidak dapat Menembus Absolute Null Mercurius. Bahkan kemampuan yang dapat menembus segala hal tidak dapat menembus pertahanan Mercurius"
-
Avatar Creation
Scene: "Dia Akhirnya Turun Ke salah satu Semesta di Dies Caedis dengan meninggalkan Tubuh Aslinya di House Of God"
-
Existence Erasure/Conceptual Destruction
Scene: "Mercurius membalas serangan reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep"
-
Absolute Infinity Manipulation
Scene: "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal"
-
Acausality (Type 5)
Scene: "Mercurius mulai memperbaiki semua yang terjadi, mulai Memperbaiki waktu, Menjalankan kembali sistem sebab akibat walau Mercurius menganggap Sebab Akibat hanyalah Mainan semata"
-
Meta Power Manipulation
Scene: "Dia melihat Takdir Diri nya di dunia itu Yang ternyata tidak ada karena diri ku di dunia itu Juga tidak terhubung dengan Takdir"
-
Information Manipulation (Type 2)
Scene: - "Golden Sword Menusuk sekaligus menghancurkan Konsep dan informasi yang membentuk Mercurius"
- "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit" -
Higher-Dimensional Manipulation
Scene: "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story yang berisi Dimensi yang tak terbatas yang setiap lapisan menganggap yang dibawahnya sebagai fiksi"
-
Transduality (Type 4)
Scene: "Mercurius sudah tidak memiliki keterkaitan kepada narasi bahkan Mercurius sudah tidak memerlukan pikiran untuk berpikir karena Mercurius pada dasarnya sudah tidak memerlukannya"
-
Nonexistent Physiology (Type 3)
Scene: "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti. Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
-
Fate Manipulation
Scene: "Lalu Mercurius merubah takdirnya yang awalnya keturunan Jerman Amerika menjadi Jepang"
-
Creation
Scene: "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas"
-
Cosmic Awareness
Scene: "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
-
Soul Manipulation
Scene: "Mercurius dapat memanipulasi jiwa sesuka hatinya, bahkan mengubah sifat dasar dari jiwa itu sendiri"
-
Regeneration (True-Godly)
Scene: "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius dapat kembali tanpa kesulitan"
-
Size Manipulation (Absolute)
Scene: "Setelah mengalahkan Primus, Mercurius menduduki Kursi Takhta yang ukurannya jauh melampaui eksistensinya. Dia membesarkan dirinya hingga The Void hanyalah seperti titik di hadapannya. Bahkan ukuran Primus yang mampu menganggap multiverse sebagai debu kini tampak kecil dibanding Mercurius. Kemampuannya memanipulasi ukuran melampaui konsep dimensi dan ruang itu sendiri."
-
Chaos Manipulation
Scene: "Dalam pertarungan melawan Unicron, Mercurius menunjukkan kemampuan mengendalikan kekacauan fundamental. Setiap gerakannya menciptakan distorsi dalam tatanan realitas, mengubah hukum-hukum dasar eksistensi. Dia mampu memanipulasi aspek kekacauan yang bahkan melampaui pemahaman Unicron sebagai perwujudan kekacauan itu sendiri."
-
Power Absorption
Scene: "Mercurius tidak hanya menyerap kekuatan Primus dan Unicron, tapi mengambil alih seluruh esensi mereka. Saat Unicron mencoba memakannya, Mercurius justru menyerap seluruh energi dan kekuatan Unicron dari dalam. Bahkan konsep-konsep fundamental yang membentuk kedua entitas primordial ini melebur ke dalam eksistensi Mercurius."
-
Mathematical Immunity
Scene: "Ketika Primus mencoba mengubah struktur matematis Mercurius untuk melemahkannya, terungkap bahwa Mercurius bahkan tidak memiliki struktur matematis yang bisa dimanipulasi. Seluruh konsep matematika, logika, dan perhitungan menjadi tidak bermakna di hadapannya. Primus yang menguasai manipulasi matematis tertinggi tidak mampu mempengaruhi eksistensi Mercurius."
-
Omnipresence
Scene: "Setelah menyerap kekuatan kedua entitas primordial, Mercurius ada di segala tempat dan waktu secara simultan. Keberadaannya meliputi seluruh masa lalu, masa depan, dan timeline alternatif. Bahkan di The Void yang melampaui realitas, Mercurius hadir dalam segala aspek eksistensi dan non-eksistensi."
-
Divine Authority
Scene: "Ketika Mercurius berkata 'jadilah', seluruh lapisan realitas, The Void, dan konsep-konsep yang melampaui eksistensi tunduk pada kehendaknya. Ucapannya menjadi hukum absolut yang melampaui konsep sebab-akibat. Bahkan konsep ketidakmungkinan berubah menjadi kepastian di hadapan otoritasnya."
-
Source Embodiment
Scene: "Mercurius menjadi sumber dari segala eksistensi, melampaui peran Primus dan Unicron. Dia adalah asal mula dari kehidupan, kematian, kebaikan, kejahatan, pengetahuan, dan bahkan konsep-konsep yang belum tercipta. Seluruh realitas dan The Void mengalir dari eksistensinya yang absolut."
-
Void Lordship
Scene: "Setelah menyatukan kekuatan Primus dan Unicron, Mercurius tidak hanya menguasai The Void tapi menjadi penguasa absolut atasnya. The Void yang tadinya melampaui seluruh realitas kini berada di bawah kendali totalnya. Dia dapat menciptakan dan menghancurkan konsep-konsep fundamental dari kekosongan absolut."
-
Transcendent Combat Adaptation
Scene: "Selama pertarungan dengan Primus yang berlangsung 1.000.000 miliar tahun, Mercurius terus beradaptasi melampaui setiap batasan. Setiap serangan yang diterimanya tidak hanya membuatnya lebih kuat tapi mengembangkan kemampuan baru yang melampaui logika pertarungan."
-
Future Vision Beyond Logic
Scene: "Mercurius mampu melihat dan merespons gerakan Primus yang bahkan tidak terikat dengan konsep waktu dan kausalitas. Penglihatannya melampaui konsep masa depan konvensional, memungkinkannya melihat kemungkinan yang bahkan belum terbentuk dalam realitas."
-
Beyond-Mathematical Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui seluruh sistem matematis yang ada. Primus yang mampu memanipulasi struktur matematis tertinggi tidak dapat mempengaruhinya karena Mercurius berada di level yang bahkan melampaui konsep matematika itu sendiri."
-
Idea Absorption
Scene: "Mercurius tidak hanya menyerap kekuatan fisik, tapi juga ide-ide fundamental yang membentuk eksistensi Primus dan Unicron. Dia mengambil alih konsep-konsep dasar seperti kebaikan, kejahatan, cahaya, dan kegelapan, menjadikannya bagian dari eksistensinya."
-
Absolute Size Manipulation
Scene: "Mercurius dapat mengubah ukurannya hingga melampaui konsep dimensi. Saat menghadapi Unicron, dia membesar hingga seluruh multiverse tampak seperti atom di hadapannya. Kemampuan ini melampaui batasan ruang dan dimensi."
-
Transcendent Darkness Manipulation
Scene: "Setelah menyerap kekuatan Unicron, Mercurius menguasai aspek kegelapan dan kehancuran yang melampaui pemahaman. Dia dapat memanipulasi kegelapan primordial yang bahkan lebih fundamental dari konsep ketiadaan."
-
Divine Authority/Creation
Scene: "Setiap perkataan Mercurius menjadi realitas absolut. Ketika dia menyatakan sesuatu, bahkan konsep-konsep yang mustahil dan kontradiktif menjadi nyata. Kekuatan penciptaannya melampaui hukum-hukum fundamental realitas, memungkinkannya menciptakan sesuatu dari ketiadaan mutlak The Void."
-
Omnipresential Existence
Scene: "Keberadaan Mercurius melampaui konsep ruang dan waktu. Dia ada di setiap titik waktu secara simultan, dari awal hingga akhir realitas, bahkan di luar konsep temporalitas. Di The Void yang melampaui dimensi waktu, Mercurius tetap hadir sebagai entitas omnipresent."
-
Source of All Things
Scene: "Setelah mengalahkan kedua entitas primordial, Mercurius menjadi sumber dari segala eksistensi. Seluruh konsep, ide, realitas, dan bahkan The Void mengalir dari keberadaannya. Dia menjadi asal mula dari segala sesuatu yang ada maupun tidak ada."
-
Beyond-Void Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui bahkan The Void itu sendiri. The Void yang melampaui sistem logika ada dan tiada, kebaikan dan kehancuran, yin dan yang, menjadi bagian dari eksistensi Mercurius yang lebih tinggi."
-
Scale Transcendence
Scene: "Bagi Mercurius, seluruh dimensi hanya seperti semut di tangannya. House of God yang merupakan tempat tertinggi dalam hierarki realitas tampak seperti bola kelereng di hadapannya. Skala eksistensinya melampaui seluruh sistem pengukuran yang ada."
-
Absorption Immunity
Scene: "Ketika Unicron, yang mampu memakan dan mengasimilasi entitas hingga tingkat konseptual mencoba melahap Mercurius, justru Mercurius yang menyerap kekuatan Unicron dari dalam. Kemampuan absorpsi tertinggi tidak dapat mempengaruhi eksistensi Mercurius."
-
Dual Force Mastery
Scene: "Mercurius menguasai sepenuhnya kekuatan Primus yang mewakili kebaikan dan cahaya, serta kekuatan Unicron yang mewakili kegelapan dan kehancuran. Dia menyeimbangkan dan mengendalikan kedua kekuatan primordial ini dalam dirinya."
-
Reality Unity
Scene: "Mercurius mencapai kesatuan total dengan seluruh realitas dan timeline. Dia tidak hanya mengendalikan realitas tapi menjadi realitas itu sendiri. Seluruh eksistensi menjadi manifestasi dari keberadaannya."
-
Impossibility Manipulation
Scene: "Mercurius dapat mengubah dan memanipulasi hal-hal yang bahkan mustahil dalam logika realitas. Dia membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang mungkin menjadi tidak mungkin sesuai kehendaknya."
-
Absolute Void Lordship
Scene: "Setelah menyatukan kekuatan Primus dan Unicron, Mercurius menjadi penguasa absolut atas The Void. Kekosongan mutlak yang melampaui realitas kini berada di bawah kendali totalnya."
-
Conceptual Consumption
Scene: "Mercurius mampu mengkonsumsi dan menyerap konsep-konsep fundamental realitas. Saat mengalahkan Primus dan Unicron, dia tidak hanya mengambil kekuatan mereka tapi juga menyerap konsep-konsep dasar yang mereka wakili."
-
Meta-Existential Stability
Scene: "Bahkan ketika The Void menjadi kacau dan tidak stabil, eksistensi Mercurius tetap tidak tergoyahkan. Dia mampu mempertahankan stabilitas eksistensinya di tengah ketidakstabilan fundamental realitas."
-
Supreme Godhood
Scene: "Mercurius mencapai status sebagai satu-satunya dewa yang melampaui konsep ketuhanan itu sendiri. Kekuasaannya absolut atas seluruh aspek eksistensi dan non-eksistensi."
-
Absolute Authority
Scene: "Setelah mengalahkan Primus dan Unicron, Mercurius memiliki otoritas absolut atas segala aspek eksistensi. Tidak ada kekuatan atau konsep yang dapat menentang atau membatasi otoritasnya."
-
Beyond Logic Existence
Scene: "Eksistensi Mercurius melampaui seluruh sistem logika yang ada. Dia berada di level yang bahkan melampaui konsep-konsep fundamental seperti logika biner dan hukum-hukum dasar realitas."
-
Ultimate Adaptation
Scene: "Selama pertarungan dengan Primus, kemampuan adaptasi Mercurius terus berkembang tanpa batas. Setiap serangan atau situasi baru membuatnya semakin kuat dan melampaui batasan sebelumnya."
-
Endless Battle Sustenance
Scene: "Mercurius mampu bertarung selama 1.000.000 miliar tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Konsep waktu dan stamina menjadi tidak relevan bagi eksistensinya."
-
Total Concept Manipulation
Scene: "Sebagai sumber dari segala sesuatu, Mercurius memiliki kendali total atas seluruh konsep yang ada. Dia dapat menciptakan, mengubah, atau menghancurkan konsep-konsep fundamental realitas."
-
Absolute Transformation
Scene: "Mercurius dapat mengubah bentuk dan sifat dasarnya melampaui batasan konseptual. Transformasinya tidak terbatas pada bentuk fisik tapi mencakup perubahan pada level eksistensial tertinggi."
-
Law Manipulation
Scene: "Mercurius mengubah hukum dasar realitas sesuka hatinya, membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin"
-
Space-Time Manipulation
Scene: "Mercurius mengendalikan ruang dan waktu seperti mainan, mengubah dan memanipulasinya sesuai kehendaknya"
Statistik Tambahan:
-
Kecepatan (Speed)
➡️Irrelevant⬅️
Scene: - "Mercurius sudah tidak terikat dengan konsep kecepatan, bahkan ketika Reinhard mencoba menyerangnya dengan kecepatan yang melampaui waktu, Mercurius tetap tidak terpengaruh"
- "Kecepatan bagi Mercurius hanyalah konsep yang tidak berarti" -
Kekuatan Angkat (Lifting Strength)
➡️Irrelevant⬅️
Scene: - "Mercurius tidak membutuhkan kekuatan fisik untuk mengangkat atau memindahkan apapun, karena dia telah melampaui konsep tersebut"
- "Bagi Mercurius, konsep kekuatan fisik hanyalah ilusi yang dibuat oleh realitas yang lebih rendah" -
Kekuatan Pukulan (Striking Strength)
➡️Outerverse Level | Kemungkinan High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level Likely Far Higher⬅️
Scene: - "Serangan Mercurius mampu menghancurkan seluruh lapisan Sphere of Story"
- "Conceptum Buster miliknya dapat menghancurkan eksistensi hingga level konseptual tertinggi"
- "Satu serangan dari Mercurius mampu menghancurkan seluruh narasi dan konsep yang ada" -
Ketahanan (Durability)
➡️Outerverse Level | Kemungkinan High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level | High Outerverse Level Likely Far Higher⬅️
Scene: - "Golden Sword yang mampu menghancurkan konsep tidak bisa menghancurkan Mercurius secara permanen"
- "Bahkan setelah seluruh konsep dan informasi yang membentuknya dihancurkan, Mercurius tetap ada"
- "Saat serangan itu hampir menyentuh Mercurius, Serangan tersebut mendeteksi bahwa Mercurius tidak memiliki Inti" -
Stamina
➡️Limitless⬅️
Scene: - "Mercurius tidak memerlukan energi atau stamina untuk beroperasi karena sudah melampaui konsep tersebut"
- "Mercurius telah beradaptasi dan tidak memiliki Informasi dan Konsep setelah bangkit"
- "Dia dapat terus beroperasi tanpa batas karena sudah tidak terikat dengan konsep energi atau kelelahan" -
Jangkauan (Range)
➡️Outerversal Level | Kemungkinan High Outerversal Level | High Outerversal Level | High Outerversal Level | High Outerversal Level Likely Far Higher⬅️
Scene: - "Mercurius dapat mempengaruhi seluruh lapisan Sphere of Story sekaligus"
- "Kekuatannya mencapai hingga House of God, tempat tertinggi dalam hierarki Dies Irae"
- "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story" -
Kecerdasan (Intelligence)
➡️Nigh-Omniscient | Omniscient⬅️
Scene: - "Karena dia hampir maha tahu, dia mengetahui semua yang ada di masa lalu dan masa depan"
- "Mercurius dapat melihat dan memahami seluruh kemungkinan yang ada di setiap narasi"
- "Pengetahuannya mencakup seluruh lapisan realitas dan konsep yang ada | Setelah menjadi sumber dari segala sesuatu, pengetahuan Mercurius melampaui konsep kemahatahuan biasa. Dia tidak sekadar mengetahui segala hal, tapi menjadi sumber dari pengetahuan itu sendiri. Setiap informasi, konsep, dan kemungkinan - baik yang sudah ada maupun yang belum tercipta - adalah bagian dari kesadarannya. Bahkan pikiran Primus dan Unicron yang melampaui konsep pemahaman menjadi bagian dari pengetahuan absolutnya"
Serangan/Teknik Terkemuka:
-
Conceptum Buster
Scene: - "Mercurius membalas serangan reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep"
- "Conceptum Buster menghancurkan seluruh eksistensi target hingga ke level paling dasar" -
Narration Control
Scene: - "Mercurius tertawa terbahak-bahak karena narasi yang dia tulis berhasil membuat Reinhard menurut"
- "Mercurius dapat mengubah narasi sesukanya, membuat apapun yang dia tulis menjadi kenyataan" -
Information Destruction
Scene: - "Mercurius menghapus seluruh informasi yang membentuk eksistensi targetnya, membuatnya tidak pernah ada"
- "Dengan satu sentuhan, dia dapat menghapus seluruh data dan informasi yang membentuk sebuah eksistensi" -
Ultimate Conceptual Erasure
Scene: "Mercurius membalas serangan Reinhard dengan menggunakan conceptum buster yang dapat memusnahkan entitas sampai ke tingkat konsep. Walau Allen tidak dapat dihapuskan tapi penghapusan Mercurius mutlak, bahkan dapat menghapus sesuatu yang tidak dapat dihapus"
-
Reality Opera Manipulation
Scene: "Mercurius menganggap semua yang diciptakannya sebagai cerita opera semata, termasuk Sebab akibat, Sphere of story, Shinji, Narasi, dan cerita. Dia dapat memanipulasi seluruh realitas seperti seorang sutradara mengatur pertunjukan opera"
-
Void Erasure
Scene: "Mercurius Menggunakan manipulasi Kekosongan untuk melenyapkan Primus. Bahkan di level The Void yang melampaui realitas, Mercurius dapat menghapus eksistensi Primus yang merupakan penguasa The Void"
-
Reality Destruction
Scene: "Mercurius memutuskan untuk memusnahkan seluruh Realitas bahkan House of God untuk mencari 'sesuatu' itu. Kemampuan untuk menghancurkan seluruh realitas termasuk tempat tertinggi dalam hierarki realitas"
-
Absolute Nullification
Scene: "Tapi serangan yang sangat kuat tersebut sama sekali tidak dapat menyentuh Mercurius bahkan sebelum menyentuh Mercurius serangan itu langsung terbatalkan bahkan menghilang. Kemampuan untuk membatalkan segala serangan bahkan sebelum serangan itu terjadi"
-
Void Ascension
Scene: "Setelah mengalahkan Primus Mercurius menduduki Kursi Takhta Primus yang kini telah tidak memiliki penguasa. Mercurius naik menjadi penguasa The Void, level eksistensi yang melampaui seluruh realitas"
-
Reality Overwrite
Scene: - "Lalu dia merubah Karakteristik Maria yang awalnya bertanggung jawab menjadi pengecut"
- "Mercurius menulis ulang realitas dengan tangannya, mengubah sifat dasar dari segala sesuatu" -
Dimensional Collapse
Scene: - "Dia mengubah sistem Sphere of story, dia mengubah 6 dimensi menjadi 6 lapisan dari sphere of story"
- "Mercurius menghancurkan batas dimensi dengan mudah, menyebabkan keruntuhan dimensional" -
Concept Creation and Destruction
Scene: - "Mercurius mulai menciptakan Konsep yang membentuk dan mengatur seluruh Realitas"
- "Dia dapat menghancurkan konsep lama dan menciptakan konsep baru sesuai keinginannya" -
Meta-Narrative Manipulation
Scene: - "Mercurius mengubah alur cerita dengan kekuatan metanaratifnya"
- "Dia dapat menulis ulang hukum dasar dari cerita itu sendiri" -
Absolute Infinity Control
Scene: - "Sphere of story di tenagai oleh yang disebut dengan Absolute Infinity, Absolute Infinity menciptakan Dimensi yang jumlahnya melebihi Seluruh besaran Kardinal"
- "Mercurius mengendalikan kekuatan Absolute Infinity untuk menciptakan dan menghancurkan dimensi" -
Memory Reconstruction
Scene: - "Sebelum memindahkan Shinji ke Jepang Mercurius sempat mengubah ingatan Shinji yang membuat dia berpikir kalau Orang tuanya dibunuh oleh penjahat padahal tidak"
-
Divine Declaration
Scene: "Ketika Mercurius menyatakan 'jadilah', ucapannya melampaui konsep perintah atau penciptaan biasa. Setiap perkataannya menjadi hukum absolut yang bahkan melampaui hukum kausalitas The Void. Saat dia memerintahkan sesuatu untuk ada, bahkan konsep-konsep yang mustahil dan kontradiktif menjadi nyata. Kekuatan deklarasinya tidak terbatas pada penciptaan - dia dapat mengubah, menghapus, atau mendefinisi ulang seluruh aspek realitas hanya dengan ucapannya."
-
Source Manipulation
Scene: "Sebagai sumber dari segala sesuatu, Mercurius tidak sekadar memanipulasi realitas tapi mengendalikan asal-usul dari segala eksistensi. Dia dapat mengubah sifat dasar dari konsep-konsep fundamental, menciptakan hukum-hukum baru yang melampaui logika, dan bahkan menentukan bagaimana sesuatu bisa ada atau tidak ada. Saat menghadapi Primus dan Unicron, dia menunjukkan kemampuan untuk memanipulasi sumber dari kekuatan mereka, mengubah esensi dasar dari kebaikan dan kejahatan yang mereka wakili."
-
Void Dominion
Scene: "Penguasaan Mercurius atas The Void melampaui konsep kekuasaan biasa. Setelah mengalahkan dan menyerap kekuatan Primus dan Unicron, dia tidak hanya mengendalikan tapi menjadi penguasa absolut atas kekosongan mutlak yang melampaui realitas. The Void yang tadinya berada di luar jangkauan konsep dan pemahaman kini menjadi domain absolutnya. Dia dapat membentuk, mengubah, dan menghancurkan The Void sesuka hati, bahkan menggunakannya sebagai sumber kekuatan untuk menciptakan konsep-konsep baru."
-
Ultimate Absorption
Scene: "Kemampuan penyerapan Mercurius melampaui konsep absorpsi biasa. Saat Unicron, entitas yang mampu melahap dan mengasimilasi segala hal hingga level konseptual, mencoba memakannya, Mercurius justru membalikkan proses tersebut. Dari dalam perut Unicron, dia tidak hanya menyerap kekuatan tapi juga mengambil alih seluruh esensi, konsep, dan sifat dasar dari Unicron. Proses penyerapan ini bahkan melampaui konsep transfer energi atau kekuatan, memungkinkan Mercurius untuk mengintegrasikan aspek-aspek fundamental dari entitas yang diserapnya ke dalam eksistensinya sendiri."
-
Fate Rewriting
Scene: - "Lalu Mercurius merubah takdirnya yang awalnya keturunan Jerman Amerika menjadi Jepang"
- "Dia dapat menulis ulang takdir seseorang sesuka hatinya"