Ringkasan
Gatotkaca adalah putra Bima dan Dewi Arimbi. Saat lahir, ia memiliki wajah buruk rupa dan tak bisa mati. Para dewa melemparkan berbagai senjata pusaka ke tubuhnya, yang menyatu dan membuatnya bertambah kuat. Batara Narada memberinya Topeng Prunggu yang menyembuhkan wajahnya. Gatotkaca dianugerahi beberapa pusaka ajaib: -. Kotang Antarakusuma: membuatnya bisa terbang dan bergerak secepat kilat. -. Caping Basunandan: melindungi dari panas matahari dan hujan. -. Kasut Padakacarma: membuatnya kebal terhadap sihir dan manipulasi pikiran. Ia memiliki kekuatan super, bisa menjebol pepohonan dengan tangan kosong, dan memiliki kuku Pancanaka yang bisa menghancurkan pohon dengan mudah. Gatotkaca juga memiliki kemampuan memancarkan sinar dari dadanya yang sangat kuat. Dalam pertarungannya, Gatotkaca mengalahkan Patih Sekipupantra dan Prabu Kalapracona. Setelah mengalahkan Prabu Boma Narakasura, ia diangkat menjadi Senapati negara Ngamarta, menunjukkan kehebatannya sebagai ksatria.
Potensi dan Statistik
- Tier: High 6-B | Kemungkinan 6-A | 6-A
- Nama: Gatot Kaca
- Asal: Mahabarata dan Pewayangan Jawa
- Jenis Kelamin: Laki Laki
- Usia: Unknown
- Klasifikasi: Demigod, Prajurit, Senapati Amarta,,
Kekuatan dan Kemampuan:
-
Flight (via Kotang Antarakusuma)
Scene: "Kotang Antarakusuma yang melekat di dada. Daya kekuatannya ialah membuat Raden Gatutkaca mampu terbang di angkasa, bergerak secepat kilat, dan menerjang sedahsyat guntur."
-
Energy Projection
Scene: "Karena Patih Sekipupantra tewas, Kalapracona marah lalu melompat dan menyerang Gatotkaca, tetapi hanya dengan kekuatan pancaran sinar yang ada di dadanya prabu Kalapracona langsung hancur lebur."
-
Regeneration (Mid-Low)
Scene: "Sungguh ajaib, wajah Raden Gatutkaca langsung sembuh dan Topeng Prunggu pun menyatu dengan kulitnya, membuat wajah Raden Gatutkaca kini terlihat lebih tampan daripada sebelumnya."
-
Magic Resistance (via Kasut Padakacarma)
Scene: "Kasut Padakacarma yang melekat di kedua kaki. Daya kekuatannya ialah membuat Raden Gatutkaca mampu terbang di atas tempat angker tanpa harus takut jatuh atau terkena balak oleh daya gaib tempat tersebut, hal ini juga membuatnya kebal terhadap sihir dan Manipulasi Pikiran."
-
Mind Manipulation Resistance (via Kasut Padakacarma)
Scene: Sama dengan Magic Resistance di atas.
-
Cosmic Awareness
Scene: "Dalam sekejap pengetahuan tentang seluruh semesta pun diketahui oleh Gatotkaca tanpa terkecuali. Setelah Batara Guru melantik Arya Gatotkaca sebagai raja kahyangan. Arya Gatotkaca duduk sejenak di atas takhta tersebut, dalam sekejap pengetahuan tentang seluruh semesta langsung ia ketahui tanpa terkecuali."
-
Precognition
Scene: "Karena sebenarnya Gatotkaca juga telah mengetahui bahwa ini adalah kematiannya, karena ia telah mengetahui pengetahuan semesta saat menjadi seorang Raja Khayangan. Ia telah tidak sengaja berkata bagaikan pengucapan kata pamitan terakhir kalinya. Karena sebenarnya Gatotkaca juga telah mengetahui bahwa ini adalah kematiannya."
-
Mass Duplication
Scene: "Ia melesat ke angkasa serta merapal ajian yang membuat wujudnya menjadi sangat banyak, hingga menutupi langit. Gerakan dari Gatotkaca bagaikan kilat hingga yang terlihat adalah ujud Gatotkaca seribu. Sigap tangannya menyambar nyambar kepala lawan."
-
Energy Manipulation (Aji Narantaka)
Scene: "Hingga Gatotkaca melepaskan aji Narantaka yang membuat munculnya kobaran api dari mata telapak tangan serta dada Gatotkaca yang membuat karna terpental. Oleh Resi Seta R.Gatotkaca diberi Aji Narantaka untuk menandingi Aji Gineng milik R.Dursala. Benturan Aji Gineng milik Dursala dan Aji Narantaka milik Gatotkaca menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat."
-
Resurrection (Aji Narantaka)
Scene: "Dan dengan aji narantaka juga Gatotkaca dapat mengembalikan saudaranya yang telah hancur lebur. Kemampuan Aji Gineng bila digunakan dan mengenai seseorang, maka orang yang terkena aji Gineng akan hancur lebur, sehingga para putra Pandawa seperti Abimanyu dan yang lainya pun hancur lebur tak bersisa, namun dengan aji narantaka Gatotkaca mampu menghidupkan kembali mereka."
-
Dimensional Travel
Scene: "Melesat dari khayangan suralaya yang jaraknya tak dapat dibayangkan seperti melalui Alam semesta serta dimensi yang lebih tinggi dalam hitungan detik. Tetapi tiba-tiba munculah Gatotkaca yang melesat dari khayangan suralaya yang jaraknya tak dapat dibayangkan seperti melalui Alam semesta serta dimensi yang lebih tinggi dalam hitungan detik."
-
Night Vision
Scene: "Anakmulah yang mempunyai mata Suryakanta, yang sangat tajam apalagi diwaktu malam, dan kotang Antrakusuma yang menyorot hingga dapat menerangi sekelilingnya. Adipati Karna diuntungkan dengan sinar kutang Antrakusuma yang menyorot melebihi pijar sinar purnama didada musuhnya."
-
Nuclear Impact
Scene: "Akibatnya, arena bagai terkena Nuklir dengan daya ledak yang tak dapat dibayangkan hingga menewaskan banyak barisan prajurit. Gelombang kejut yang terjadi dari ledakan tubuh sang Gatutkaca menimbulkan hawa panas yang dahsyat hingga mampu meleleh luluh lantakkan apapun yang ada disekitar jatuhnya raga. Jangankan tubuh manusia, hewan tunggangan dan para raksasa, persenjataan yang terbuat dari logam-pun, cair meleleh, kemudian menjadi abu."
-
Divine Powers
Scene: "Batara Guru pun memberikan anugerah baru, yaitu mengangkat Arya Gatotkaca sebagai putra, dengan memberinya julukan Prabu Guruhandaya dan dianugerahi beberapa kekuatan dari Bhatara Guru Rajanya para Dewa."
-
True Sight
Scene: "Meskipun Gatotkaca dianugerahi dengan kekuatan mata yang dapat melihat suatu hal tetapi kekuatan dari Dewi Durga Sangat-sangat jauh, dan tiba tiba, tempat yang tadinya cerah berubah menjadi sebuah Neraka."
-
Transformation
Scene: "Saat bertemu dengan Abimanyu, Sangkuni terus memprovokasi Antareja, sontak Antareja mengamuk, dan anehnya wajah dari Antareja berubah menjadi sesosok naga yang mengerikan." (Menunjukkan bahwa transformasi adalah kemampuan turunan dari keluarga Werkudara)
-
Light Manipulation
Scene: "Tetapi sontak Gatotkaca menghentikan seranganya dan hanya memancarkan sinar di dadanya yang membuat Prabu Nagaprakosa berubah Wujud menjadi Bhatara antaboga." (Kemampuan memanipulasi cahaya yang dapat mengungkap wujud asli)
-
Battle Precognition
Scene: "Waspada sang Gatutkaca ketika melihat Adipati Karna menghunus senjata Kunta Druwasa, dan bersiap melepaskan anak panahnya itu. Gatotkaca menghindari dengan naik lebih tinggi terbangnya, bersamaan lepasnya senjata Kunta." (Kemampuan membaca gerakan lawan dalam pertarungan)
-
Army Control
Scene: "Wadyabala Pringgodani digerakkan oleh paman paman dari Raden Gatotkaca, Brajawikalpa, Brajalamatan dan para braja yang lain. Maka malam itu, campuh perang begitu mengerikan." (Kemampuan memimpin dan mengendalikan pasukan)
-
Weather Resistance
Scene: "Caping Basunandan yang membuatnya tidak panas terkena sorot matahari dan juga tidak basah terkena guyuran air hujan." (Kemampuan ini masih melekat hingga akhir)
-
Regeneration
Scene: "Gatotkaca yang bangun dari pingsanya walaupun mengalami luka yang sangat parah bahkan ia sempat kehilangan beberapa ingatan, tetapi dengan sekuat tenaga iapun mampu menyembuhkan dirinya dan mengembalikan ingatannya dalam sekejap."
-
Death Manipulation
Scene: "Yang lunak ditempelengnya hingga hancur, sedangkan yang liat dipuntirnya kepala hingga terlepas. Sigap tangannya menyambar nyambar kepala lawan." (Kemampuan membunuh dengan berbagai cara)
-
Energy Absorption
Scene: "Berbagai senjata pusaka yang dilempar para dewa tadi telah menyatu ke dalam tubuhnya, membuat dirinya bertambah kuat serta perkasa." (Kemampuan menyerap energi untuk menambah kekuatan)
-
Size Manipulation
Scene: "Meskipun tidak disebutkan langsung dalam cerita lanjutan, tapi sebagai keturunan raksasa, Gatotkaca memiliki kemampuan mengubah ukuran tubuhnya yang masih ia gunakan hingga akhir hayatnya."
-
Dimensional Awareness
Scene: "Melesat dari khayangan suralaya yang jaraknya tak dapat dibayangkan seperti melalui Alam semesta serta dimensi yang lebih tinggi dalam hitungan detik." (Kemampuan menyadari dan menavigasi berbagai dimensi)
-
Weather Manipulation (via Caping Basunandan)
Scene: "Caping Basunandan yang membuatnya tidak panas terkena sorot matahari dan juga tidak basah terkena guyuran air hujan."
Statistik Tambahan:
-
Kecepatan (Speed)
➡️Massively Hypersonic+ | Massively FTL+⬅️
Scene: "Kotang Antarakusuma yang melekat di dada. Daya kekuatannya ialah membuat Raden Gatutkaca mampu terbang di angkasa, bergerak secepat kilat, dan menerjang sedahsyat guntur | Melesat dari khayangan suralaya yang jaraknya tak dapat dibayangkan seperti melalui Alam semesta serta dimensi yang lebih tinggi dalam hitungan detik. Tetapi tiba-tiba munculah Gatotkaca yang melesat dari khayangan suralaya yang jaraknya tak dapat dibayangkan seperti melalui Alam semesta serta dimensi yang lebih tinggi dalam hitungan detik." -
Kekuatan Angkat (Lifting Strength)
➡️Setidaknya Class K⬅️
Scene: "Dengan tangan kosong ia menjebol pepohonan. Dengan Kuku Pancanaka ia bisa sangat mudah dalam menghancurkan pohon - pohon di hutan Wanamarta." -
Kekuatan Pukulan (Striking Strength)
➡️Setidaknya Building Class⬅️
Scene: "Dengan tangan kosong ia menjebol pepohonan. Dengan Kuku Pancanaka ia bisa sangat mudah dalam menghancurkan pohon - pohon di hutan Wanamarta." -
Ketahanan (Durability)
➡️Setidaknya Building Level, Kemungkinan Lebih tinggi | Multi-Continental level⬅️
Scene: "Berbagai senjata pusaka yang dilempar para dewa tadi telah menyatu ke dalam tubuhnya, membuat dirinya bertambah kuat serta perkasa | Walaupun mengalami luka yang sangat parah bahkan ia sempat kehilangan beberapa ingatan, tetapi dengan sekuat tenaga iapun mampu menyembuhkan dirinya dengan cepata." -
Jangkauan (Range)
➡️Extended melee range, Setidaknya beberapa meter dengan proyeksi energi | Multi-Continental Level⬅️
Scene: "Karena Patih Sekipupantra tewas, Kalapracona marah lalu melompat dan menyerang Gatotkaca, tetapi hanya dengan kekuatan pancaran sinar yang ada di dadanya prabu Kalapracona langsung hancur lebur | Hingga Gatotkaca melepaskan aji Narantaka yang membuat munculnya kobaran api dari mata telapak tangan serta dada Gatotkaca yang membuat karna terpental. Oleh Resi Seta R.Gatotkaca diberi Aji Narantaka untuk menandingi Aji Gineng milik R.Dursala."." -
Kecerdasan (Intelligence)
➡️Above Average | Genius⬅️
Scene: "Setelah Prabu Boma Narakasura berhasil dikalahkan Gatotkaca pun diangkat menjadi Senapati negara Ngamarta | Dalam sekejap pengetahuan tentang seluruh semesta pun diketahui oleh Gatotkaca tanpa terkecuali. Setelah Batara Guru melantik Arya Gatotkaca sebagai raja kahyangan." -
Stamina
➡️High⬅️
Scene: "Gatotkaca lalu bertarung melawan Sekipupantra, Karna belum bisa bertarung Gatotkaca selalu mengikuti atau menirukan yang Sekipupantra lakukan, hingga Sekipupantra merasa terdesak karena kekuatannya dan kecepatan Gatotkaca lebih unggul darinya."
Serangan/Teknik Terkemuka:
-
Energy Projection (Pancaran Sinar)
Scene: "Karena Patih Sekipupantra tewas, Kalapracona marah lalu melompat dan menyerang Gatotkaca, tetapi hanya dengan kekuatan pancaran sinar yang ada di dadanya prabu Kalapracona langsung hancur lebur."
-
Physical Combat (Pertarungan Fisik)
Scene: "Gatotkaca lalu bertarung melawan Sekipupantra, Karna belum bisa bertarung Gatotkaca selalu mengikuti atau menirukan yang Sekipupantra lakukan, hingga Sekipupantra merasa terdesak karena kekuatannya dan kecepatan Gatotkaca lebih unggul darinya."
-
High-Speed Flight Attack (Serangan Terbang Kecepatan Tinggi)
Scene: "Kotang Antarakusuma yang melekat di dada. Daya kekuatannya ialah membuat Raden Gatutkaca mampu terbang di angkasa, bergerak secepat kilat, dan menerjang sedahsyat guntur."