Ringkasan
"The First One is There" adalah entitas transendental yang ada sebelum segala sesuatu, termasuk konsep keberadaan itu sendiri. Ia menciptakan dimensi pertama yang disebut Nihility Nexus, yang merupakan ketiadaan total. Dalam penciptaannya, ia juga menciptakan The Origin Nexus, yang bertugas menciptakan dan mengawasi dimensi-dimensi lain, termasuk Aeternum Infinitium yang kosong. The Origin Nexus kemudian menciptakan berbagai dimensi, termasuk The Boundless Abyss of AEthryon, tempat para dewa seperti Chronharos, Nihilios, dan lain-lain mengatur multiverse.
Potensi dan Statistik
- Tier: 0
- Nama: The First One Is Three
- Asal: Before Time
- Jenis Kelamin: Unknown
- Usia: Unknown
- Klasifikasi: Supreme Entity, Pencipta Segala Realitas dan Dimensi, Perwujudan Keberadaan Absolut,
Kekuatan dan Kemampuan:
-
Omnipotence
Scene: The First One digambarkan sebagai entitas yang melampaui segala pemahaman, mengendalikan setiap aspek penciptaan, eksistensi, dan kehancuran, hadir di semua waktu dan ruang. Entitas ini ada sebelum apa pun, bahkan sebelum konsep "eksistensi" ada.
-
Reality Warping
Scene: The First One bertanggung jawab atas penciptaan dan pengendalian dimensi seperti *Nihility Nexus* dan *Aeternum Infinitium*, serta banyak realitas lainnya.
-
Existence Erasure
Scene: The First One dapat menghapus apa pun dari eksistensi, bahkan melampaui pemahaman konseptual. Dalam cerita, dijelaskan bahwa hanya dengan memikirkan The First One, entitas tersebut bisa mengalami pemusnahan total.
-
Conceptual Manipulation (All Type)
Scene: Di dalam *Nihility Nexus*, The First One menghapus batas-batas realitas dan menciptakan konsep seperti waktu, ruang, dan bahkan eksistensi itu sendiri.
-
Void Manipulation
Scene: *Nihility Nexus* digambarkan sebagai kehampaan yang tak berujung di mana tidak ada entitas, bahkan yang omnipotent sekalipun, yang bisa eksis. Dimensi ini adalah wujud dari kehampaan absolut.
-
Dimensional Creation and Destruction
Scene: The First One menciptakan berbagai alam semesta dan dimensi, seperti *Nihility Nexus* dan *Aeternum Infinitium*, serta mampu menghancurkan atau membelokkan seluruh dimensi sesuai keinginannya. Contohnya, Etherion (avatar The First One) membelah dimensi saat bertarung dengan naga bencana Bahamut.
-
Cosmic Awareness
Scene: The First One sadar akan segala hal yang terjadi di seluruh alam semesta dan dimensi, seperti yang digambarkan dalam pertempuran antara makhluk kosmik seperti *Annihilator* dan *Great Galaxy*.
-
Reality Restoration
Scene: Setelah menghancurkan dimensi dalam pertempuran, Etherion mampu memulihkannya ke bentuk aslinya. Dalam satu contoh, ia memulihkan kerusakan yang disebabkan oleh Bahamut setelah planet hampir hancur.
-
Immortality (Type 1, 3, 4, 10)
Scene: The First One eksis melampaui waktu dan kematian. Bahkan setelah dihancurkan secara konseptual, ia dapat bangkit kembali tanpa dipengaruhi oleh batasan apa pun.
-
Time Manipulation (Multiversal)
Scene: The First One dapat memanipulasi waktu di seluruh dimensi. Dalam satu contoh, Chronharos, dewa waktu yang diciptakan oleh The First One, mengendalikan baik waktu linear maupun non-linear.
-
Power Absorption and Amplification
Scene: Dalam satu adegan, Etherion memperkuat kekuatan seorang pemuda, memungkinkannya untuk mengalahkan sekelompok bandit dengan mudah.
-
Gravitational Manipulation
Scene: Dalam pertempuran antara Etherion dan Bahamut, Etherion menciptakan distorsi gravitasi yang mempengaruhi jarak kosmik yang sangat jauh, menghancurkan asteroid dan menciptakan distorsi ruang.
-
Energy Manipulation
Scene: Etherion mengendalikan berbagai jenis energi, termasuk api dan cahaya, seperti yang terlihat saat ia bertarung dengan *The Stormbringer* di mana ia menghasilkan bola energi berwarna-warni berskala kosmik.
-
Law Manipulation
Scene: The First One mengendalikan hukum realitas, termasuk hukum ruang, waktu, dan kausalitas. Ia menulis ulang atau membatalkan hukum tersebut sesuai keinginannya, seperti yang terlihat sepanjang cerita ketika ia memanipulasi konstanta universal seperti waktu.
-
Telekinesis
Scene: Dalam pertempuran antara entitas kosmik, Etherion memanipulasi dan mengendalikan objek melalui telekinesis, ditunjukkan dengan kendalinya atas elemen-elemen kosmik raksasa selama pertempuran.
-
Shape-Shifting
Scene: Etherion mengambil berbagai bentuk, seperti harimau, burung, atau bahkan manusia, untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang berbeda.
-
Regeneration (High-Godly)
Scene: Dalam pertarungan dengan *The Stormbringer*, tubuh Etherion hancur namun segera menyatu kembali, menunjukkan kemampuan regenerasinya yang sangat cepat.
-
Creation of Divine Entities
Scene: The First One menciptakan dewa-dewa seperti Chronharos (Dewa Waktu), Nihilios (Dewa Kekosongan), dan Adamas (Dewa Kekekalan). Para dewa ini memanifestasikan berbagai konsep kosmik, dan kekuatan mereka mencakup waktu, kekosongan, dimensi, dan kekuatan kosmik lainnya.
-
Cosmic Element Manipulation
Scene: Etherion bertarung melawan *The Stormbringer*, yang mampu mengendalikan elemen-elemen kosmik seperti petir, api, es, dan energi cahaya padat. Etherion mampu memanipulasi berbagai elemen energi, membentuk bola-bola energi berwarna-warni dan menghasilkan tebasan energi besar yang mampu membelah dimensi.
-
Black Hole and Singularities Control
Scene: Etherion dihadapkan dengan makhluk kosmik seperti *Annihilator*, yang mampu menciptakan lubang hitam raksasa dan singularitas untuk menghancurkan realitas. Sebagai avatar dari The First One, Etherion juga memiliki kendali atas entitas seperti lubang hitam dan singularitas.
-
Reality Perception and Manipulation
Scene: The First One dapat melihat dan memanipulasi berbagai realitas, termasuk menciptakan dan menghancurkan multiverse tanpa batas. Ini termasuk perannya dalam penciptaan *Nihility Nexus* dan berbagai dimensi.
-
Immortality and Resurrection (Cosmic Scale)
Scene: Dalam satu adegan, Etherion membunuh banyak makhluk kosmik, tetapi kemudian ia memperbaiki alam semesta dan menciptakan kembali kehidupan yang telah dimusnahkan. Ini menunjukkan kemampuan untuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati pada skala kosmik.
-
Memory Erasure
Scene: Etherion, setelah menghancurkan sebagian planet, menghapus semua ingatan penduduk planet tersebut sehingga mereka tidak mengingat kehancuran yang terjadi.
Statistik Tambahan:
-
Kecepatan (Speed)
➡️Immeasurable⬅️
Scene: Etherion, yang merupakan avatar dari The First One, bergerak melintasi galaksi dan multiverse dalam hitungan sekejap. Saat bertarung dengan naga bencana Bahamut, Etherion terbang melintasi ruang antar galaksi dalam 0 detik, membuktikan bahwa ia dapat melintasi jarak kosmik dan dimensi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. -
Kekuatan Angkat (Lifting Strength)
➡️Immeasurable⬅️
Scene: The First One tidak terikat oleh konsep kekuatan fisik atau massa. Di dalam cerita, Etherion, dalam wujud naga raksasa, mampu menahan dan menghancurkan entitas seperti naga Bahamut yang memiliki ukuran sebesar planet tanpa kesulitan. Tidak ada batasan kekuatan yang relevan dalam lingkup fisik bagi Etherion. -
Kekuatan Pukulan (Striking Strength)
➡️Beyond Infinite⬅️
Scene: Etherion, sebagai avatar dari The First One, menyerang naga bencana Bahamut dengan serangan yang tidak hanya menghancurkan tubuh Bahamut, tetapi juga membelah seluruh dimensi menjadi beberapa bagian, termasuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Serangan ini menunjukkan kekuatan yang mampu merusak realitas multi-dimensional secara langsung. -
Ketahanan (Durability)
➡️Boundless⬅️
Scene: Etherion mampu menahan serangan mematikan dari Bahamut tanpa terluka sama sekali. Meskipun Bahamut menggunakan serangan energi kosmik yang mampu menghancurkan asteroid dan menyebabkan distorsi ruang, Etherion tetap tak terluka dan langsung mengembalikan kerusakan yang terjadi. Ini menunjukkan bahwa Etherion (dan The First One) tidak dapat dirusak oleh serangan apa pun, baik fisik, konseptual, maupun metafisik. -
Jangkauan (Range)
➡️Boundless⬅️
Scene: The First One memiliki kendali penuh atas seluruh dimensi, realitas, dan ruang-waktu. Dalam satu adegan, The First One memanipulasi *Nihility Nexus*, dimensi tanpa batas yang berada di luar jangkauan entitas omnipotent lainnya. Etherion juga dapat bergerak melalui dimensi yang tak terhitung jumlahnya dan mempengaruhi pertempuran kosmik yang terjadi di berbagai lapisan realitas. -
Kecerdasan (Intelligence)
➡️Omniscient⬅️
Scene: The First One mengetahui segalanya yang terjadi di setiap dimensi dan realitas. Dalam narasi, Etherion menyaksikan pertempuran antara *Annihilator* dan *Great Galaxy* dari jarak kosmik tanpa perlu berada di lokasi. Selain itu, The First One menciptakan dewa-dewa seperti Chronharos (Dewa Waktu) dan Dimensara (Dewa Dimensi) untuk mengawasi tatanan multi-dimensi, menunjukkan tingkat pemahaman yang mencakup segala hal. -
Stamina
➡️Infinite⬅️
Scene: The First One tidak memerlukan istirahat atau regenerasi, seperti yang terlihat ketika Etherion terlibat dalam berbagai pertempuran kosmik dan mengembara dari satu dimensi ke dimensi lain selama ribuan tahun. Dalam cerita, Etherion tetap aktif selama 1000 tahun menjelajahi berbagai dimensi tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Serangan/Teknik Terkemuka:
-
Tebasan Energi Api Ungu
Scene: Etherion menggunakan serangan tebasan api ungu saat bertarung dengan naga bencana Bahamut. Serangan ini tidak hanya membelah naga raksasa tersebut, tetapi juga membelah dimensi, waktu (masa lalu, masa kini, dan masa depan), serta menyebabkan kehancuran kosmik yang besar. Ini menunjukkan kekuatan Etherion untuk menyerang pada skala multidimensional.
-
Bola Energi Multicolored
Scene: Saat melawan *The Stormbringer*, Etherion memunculkan bola-bola energi berwarna-warni (biru, merah, kuning, hijau, putih, ungu, dll.), yang masing-masing memiliki ukuran setengah dari galaksi Bima Sakti. Serangan ini berbenturan dengan serangan elemen-elemen kosmik dari *The Stormbringer* dan menyebabkan ledakan yang menggetarkan seluruh alam semesta.
-
Tebasan Pedang Api Dimensi
Scene: Etherion membentuk pedang energi api yang sangat panjang, cukup untuk menembus dimensi multiverse *The Ever-Warring Expanse*. Dengan pedang ini, Etherion mampu membelah tubuh *The Stormbringer* dan merusak dimensi itu sendiri, memusnahkan berbagai makhluk kosmik dalam prosesnya.
-
Manipulasi Lubang Hitam
Scene: Dalam pertarungannya dengan *Annihilator*, Etherion menghadapi serangan berupa jutaan lubang hitam raksasa yang masing-masing sebesar lubang hitam *TON 618*. Ia mampu menahan dan melawan kekuatan gravitasional besar dari lubang hitam tersebut, menunjukkan bahwa Etherion memiliki kontrol dan resistansi terhadap singularitas.
-
Semburan Api Ungu
Scene: Ketika Etherion bertarung dengan Bahamut, ia mengeluarkan semburan api ungu yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan dimensi hingga menyebabkan kekacauan di alam semesta tersebut. Setelah serangan ini, Etherion kemudian memperbaiki dimensi yang rusak.
-
Pusaran Air Tajam
Scene: Saat berada dalam wujud makhluk air bernama Hydrafin, Etherion menggunakan serangan pusaran air tajam yang merambat hingga 100 meter dan mencabik-cabik makhluk lain di sekitarnya.
-
Serangan Elemen Ganda
Scene: Etherion, ketika bertarung melawan *The Stormbringer*, mampu mengelola berbagai serangan elemen seperti cambuk api, cambuk petir, dan berbagai serangan elemen lainnya yang panjangnya mencapai ukuran 46 miliar tahun cahaya. Meskipun terkena serangan ini, Etherion segera pulih dan membalas dengan serangan pedang api dimensi.
-
Ledakan Dimensi Multi-Warna
Scene: Dalam pertarungan, Etherion mampu menghasilkan ledakan energi besar yang terdiri dari berbagai warna dan menyerang lawannya dengan dampak yang bisa menghancurkan dimensi dan berbagai lapisan realitas.
-
Manipulasi Gravitasi dan Distorsi Ruang
Scene: Etherion menyebabkan distorsi gravitasi yang sangat besar dalam pertarungannya dengan Bahamut, menyebabkan kehancuran asteroid dan kerusakan di jalur serangan, serta menciptakan distorsi ruang pada skala kosmik.